KIRAB MERAH PUTIH MALUKU TENGGARA: KEMERDEKAAN BUKAN SEREMONI, KERJA NYATA SETIAP HARI
Tribun-nusantara.web.id. Langgur, Maluku Tenggara — Kirab Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa di balik pengibaran dan arak-arakan Sang Merah Putih terdapat pesan besar tentang tanggung jawab generasi hari ini dalam mengisi kemerdekaan.
Saat membuka Kirab Bendera Merah Putih, Bupati Thaher menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa dan para pahlawan yang merebut serta mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan nyawa.
“Kemerdekaan bukan sekadar peringatan tahunan. Kemerdekaan adalah pekerjaan setiap hari.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama Bupati dalam sambutannya. Menurutnya, kemeriahan peringatan kemerdekaan harus bermuara pada semangat bekerja, bersatu, serta memastikan kemajuan dan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk masyarakat di ohoi-ohoi yang jauh dari pusat pemerintahan.
MERAH PUTIH BUKAN SEKADAR WARNA
Bupati Thaher juga memberikan makna filosofis terhadap dua warna pada bendera Merah Putih.
Merah, katanya, merupakan simbol keberanian, keteguhan dan semangat untuk menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Maluku Tenggara yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran, kebijakan efisiensi serta berbagai gejolak ekonomi dan sosial.
Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja.
“Keterbatasan tidak boleh melahirkan keluhan. Keterbatasan harus melahirkan kreativitas.”
Bupati menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti pemerintah berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat. Efisiensi harus diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih cermat, tepat dan jujur.
Sementara itu, warna putih dimaknai sebagai kesucian dan ketulusan. Pembangunan, menurut pesan Bupati, harus dilakukan dengan hati yang bersih, memberi tanpa pamrih dan bekerja tanpa mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak.
KEBERANIAN HARUS DIBARENGI INTEGRITAS
Pesan yang disampaikan Bupati tidak berhenti pada simbolisme Merah Putih. Ia menekankan bahwa keberanian tanpa ketulusan dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan, sementara ketulusan tanpa keberanian dapat berubah menjadi kelemahan.
Karena itu, keduanya harus berjalan bersama dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam konteks pemerintahan daerah, pesan tersebut menjadi penting: efisiensi harus tetap menjaga pelayanan, keberanian harus tetap dikawal integritas, dan pembangunan harus benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.
DARI KIRAB MENUJU GERAKAN BERSAMA
Bupati Thaher kemudian mengajak masyarakat Maluku Tenggara menjadikan Kirab Merah Putih sebagai penanda bahwa masyarakat daerah tersebut menghargai perjuangan bangsa sekaligus siap bergerak bersama untuk memajukan daerah.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta kirab agar menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan sepanjang rute kegiatan.
Kirab Bendera Merah Putih akhirnya resmi dinyatakan dimulai oleh Bupati Maluku Tenggara sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026.
Pesan besarnya jelas: Merah Putih tidak cukup hanya diarak. Nilai keberanian, ketulusan, persatuan dan pengabdian yang dikandungnya harus diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk masyarakat Maluku Tenggara.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook