Klasis GPM Kei Kecil dan Tual Siapkan Peta Jalan Pelayanan Lima Tahun ke Depan
Tual, TribunNusantara.web.id | Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Kei Kecil dan Kota Tual mulai menata arah pelayanan untuk lima tahun mendatang. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan penyusunan rencana pengembangan pelayanan, para tim di tingkat jemaat dan klasis diperlengkapi dengan pedoman baru guna menyusun RPPJ (Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat) dan RPPK (Rencana Pengembangan Pelayanan Klasis).
Ketua Klasis GPM Kei Kecil dan Kota Tual, Pendeta Irene Koljaan, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi agenda penting mengingat periode perencanaan 2021–2024 telah berakhir.
“Tujuannya membekali tim baru agar memiliki kapasitas menyusun perencanaan yang sesuai dengan konteks jemaat masing-masing. Jadi bukan sekadar memenuhi syarat administrasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan umat,” ujarnya.
Menurut Irene, strategi klasis dalam menjawab kebutuhan rohani jemaat tidak hanya sebatas ibadah Minggu. GPM telah menyiapkan pola pembinaan berjenjang—mulai dari sekolah Minggu, katekisasi, pelayanan kaum laki-laki, perempuan, pemuda, unit pelayanan, hingga pembinaan keluarga yang digelar setiap malam Minggu.
“Dengan begitu, pelayanan bisa menyentuh semua lapisan umat sesuai kategori yang sudah ditetapkan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat jemaat terhadap kerja-kerja tim penyusun rencana ini.
Sebab, hasilnya akan menjadi panduan lima tahun ke depan, bukan hanya di bidang spiritualitas, melainkan juga dalam mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi umat.
“Masing-masing jemaat punya konteks dan pergumulan yang berbeda. Karena itu, perencanaan harus lahir dari realitas setempat, bukan hasil salin-tempel dari tempat lain,” tutur Irene.
Bagi GPM, rencana pelayanan memang menjadi bagian dari siklus pembangunan gereja. Jika di tingkat sinode perencanaan berlaku untuk 10 tahun, maka di tingkat klasis dan jemaat disusun setiap 5 tahun sekali.
“Harapan kami, pelatihan ini menjadi fondasi agar perencanaan benar-benar kontekstual dan berpihak pada kebutuhan umat,” pungkas Irene.
Writter : Bruce Elang








































Komentar via Facebook