KNPI KOTA TUAL DAN FANS PIALA DUNIA 2026 SATUKAN LANGKAH, USUNG PAWAI DAMAI #PEACEFROMKEI PASCA KONFLIK SOSIAL
KNPI KOTA TUAL DAN FANS PIALA DUNIA 2026 SATUKAN LANGKAH, USUNG PAWAI DAMAI #PEACEFROMKEI PASCA KONFLIK SOSIAL
TUAL Tribunnusantara-web.id – Semangat sepak bola dunia akan dijadikan jembatan perdamaian di Tanah Kei. Menyambut bergulirnya Piala Dunia 2026, DPD KNPI Kota Tual bersama perwakilan suporter berbagai negara peserta resmi menggagas Pawai Damai #PeaceFromKei, sebuah gerakan persatuan yang lahir dari keinginan merawat kembali harmoni masyarakat pasca konflik sosial yang sempat mengguncang wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Gagasan tersebut disampaikan langsung dalam audiensi dengan Wakapolres Tual, Kompol Rony F. Manawan, S.Sos., M.H., di Lobby Polres Tual, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Kabag Ops Polres Tual Kompol Hi. Laode Arif Jaya, S.H., Kasat Lantas IPTU Ismail, Kasi Humas IPTU Hamit Mahu, serta para ketua komunitas suporter negara peserta Piala Dunia 2026, yakni Jhon Liber Rahayaan (Ceko), Norjen Notanubun (Brasil), Pablo Refra (Portugal), Chen Rahayaan (Argentina), dan Roy Rogas (Belanda).
Ketua DPD KNPI Kota Tual, Gasandi R. Renfaan, S.H., menegaskan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat yang sebelumnya terbelah akibat konflik.
"Melalui momentum Piala Dunia, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Kei adalah rumah bersama. Sepak bola bukan sekadar pertandingan, tetapi media untuk membangun kembali persaudaraan, menghapus sekat-sekat perbedaan, dan memperkuat semangat hidup orang basudara," tegas Gasandi.
Pawai Damai dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 pukul 14.00 WIT. Rombongan akan bergerak dari Stasiun Meren menuju Lapangan Lodar El dengan melibatkan berbagai komunitas, pemuda, tokoh masyarakat, dan suporter sepak bola.
Panitia menegaskan kegiatan ini akan berlangsung tertib dan damai. Peserta diwajibkan tidak menggunakan knalpot racing, tidak membawa senjata tajam, serta tidak mengonsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung.
Wakapolres Tual, Kompol Rony F. Manawan, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan yang mengedepankan persatuan dan perdamaian sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat kohesi sosial masyarakat Kei.
"Kami mendukung penuh kegiatan yang membawa pesan positif bagi masyarakat. Momentum Piala Dunia harus menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya. Mari bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung," ujar Wakapolres.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Tual Kompol Hi. Laode Arif Jaya meminta panitia memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait karena rute pawai akan melintasi dua wilayah administrasi, yakni Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Polres Tual juga mengimbau setiap kegiatan nonton bareng Piala Dunia yang digelar masyarakat agar berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu menjaga situasi tetap aman sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Dengan mengusung slogan #PeaceFromKei, kegiatan ini diharapkan menjadi simbol bahwa masyarakat Kei mampu bangkit dari berbagai dinamika sosial dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa perdamaian, persaudaraan, dan sportivitas tetap menjadi fondasi utama kehidupan bersama.
Di tengah gegap gempita pesta sepak bola terbesar dunia, Kota Tual dan Maluku Tenggara ingin mengirim satu pesan kuat: dari Tanah Kei, damai untuk Indonesia dan dunia.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook