KNPI Maluku Apresiasi Pemkot Tual Hidupkan Literasi Sejarah, Bedah Buku Bon Setit Dinilai Bangkitkan Kesadaran Generasi Muda Akan Jasa Putra Kei bagi Bangsa
KNPI Maluku Apresiasi Pemkot Tual Hidupkan Literasi Sejarah, Bedah Buku Bon Setit Dinilai Bangkitkan Kesadaran Generasi Muda Akan Jasa Putra Kei bagi Bangsa
TUAL, TribunNusantara-web.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual atas penyelenggaraan bedah buku Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar – Controleur Pribumi, sebuah karya yang mengangkat jejak perjuangan Bon Setit, putra terbaik Kepulauan Kei yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB).
Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Kalean, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam membangun kesadaran sejarah sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, sejarah bangsa tidak boleh hanya dipahami dari sudut pandang tokoh-tokoh nasional yang selama ini lebih banyak dikenal publik. Kontribusi tokoh-tokoh daerah, khususnya dari Indonesia Timur, juga harus memperoleh ruang yang layak dalam narasi sejarah nasional.18/07/2026
"Kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif yang sangat tinggi. Ini adalah upaya menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan putra-putri daerah yang ikut memberi kontribusi bagi perjalanan bangsa Indonesia," ujar Arman.
Bedah buku tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., dan diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Tual di bawah kepemimpinan Rudi A. Bugis, S.E., M.Si.
Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga pemerhati sejarah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan penguatan identitas daerah.
KNPI Maluku menilai penerbitan sekaligus bedah buku karya Capt. Pilot Stephanus G. Setit merupakan kontribusi penting dalam memperkaya literatur sejarah Indonesia. Buku tersebut menghadirkan dokumentasi mengenai perjalanan hidup Bon Setit sebagai seorang controleur pribumi yang menjadi bagian dari dinamika sejarah menjelang pengakuan kedaulatan Indonesia.
Lebih jauh, Arman menegaskan bahwa budaya literasi harus terus diperkuat agar generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarah dan identitas budayanya.
"Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga memahami jati diri bangsa. Generasi muda Kei harus mengenal tokoh-tokoh daerahnya, menjaga nilai-nilai adat, serta menghormati perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk Indonesia," tegasnya.
KNPI Provinsi Maluku berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter, pelestarian sejarah lokal, dan penguatan nasionalisme. Dengan demikian, warisan perjuangan tokoh-tokoh daerah tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga hidup dalam kesadaran masyarakat sebagai inspirasi membangun Indonesia yang lebih maju.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook