KNPI Maluku Tenggara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Festival Pesona Meti Kei 2025

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KNPI Maluku Tenggara Ajak Pemuda dan Warga Sukseskan Festival Pesona Meti Kei 2025

Langgur, TribunNusantara.web.id | Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Tenggara, Pablo Rafra, menyerukan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025. Ajakan ini menjadi wujud nyata dukungan pemuda terhadap pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

“Festival Pesona Meti Kei adalah kebanggaan masyarakat Kei. Ini bukan sekadar acara budaya, melainkan momentum besar untuk menunjukkan jati diri, keindahan alam, dan semangat kebersamaan kita kepada seluruh Indonesia bahkan dunia. Karena itu, mari kita sukseskan bersama,” ujar Pablo Rafra, Ketua KNPI Maluku Tenggara.

Festival tahunan yang selalu dinanti ini akan digelar pada 20–27 Oktober 2025. Dalam sepekan pelaksanaan, berbagai kegiatan budaya, seni, dan pariwisata akan menghidupkan suasana kepulauan Kei.

Tradisi Meti Kei sendiri dikenal sebagai fenomena alam unik ketika air laut surut jauh, memperlihatkan hamparan pasir putih yang membentang indah di antara pulau-pulau kecil. Fenomena ini menciptakan jalur alami yang memungkinkan masyarakat berjalan kaki di atas pasir laut, menjadikannya simbol harmoni antara manusia dan alam yang tak ditemukan di tempat lain.

Selain menampilkan keindahan alam yang menakjubkan, FPMK 2025 juga akan menghadirkan beragam kegiatan seperti pawai budaya, pentas seni tradisional, lomba rakyat, pameran UMKM, kuliner khas Kei, hingga pertunjukan musik dan tari. Semua kegiatan tersebut dirancang bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan mendongkrak sektor ekonomi kreatif masyarakat.

Pablo Rafra menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap tahap pelaksanaan festival — mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga promosi.

“Pemuda harus berada di garis depan. FPMK bukan hanya untuk ditonton, tetapi untuk kita jalankan bersama. Inilah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa pemuda Kei bisa menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan daerah,” katanya.

Ia menilai, Festival Pesona Meti Kei bukan sekadar panggung budaya, melainkan ruang ekonomi rakyat yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Lonjakan wisatawan selama festival akan menggerakkan banyak sektor: mulai dari perdagangan, transportasi, penginapan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

“Ketika festival ini hidup dan ramai, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Karena itu, mari kita sambut para tamu dengan keramahan dan kebanggaan sebagai orang Kei,” tambah Pablo.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Pablo Rafra optimistis penyelenggaraan FPMK 2025 akan menjadi yang terbaik sejauh ini—lebih meriah, lebih berkesan, dan lebih berdampak bagi masyarakat Maluku Tenggara.

“Mari kita jadikan FPMK 2025 sebagai ajang kebersamaan, promosi budaya, dan kebangkitan ekonomi daerah. Dengan semangat kolaborasi, kita pasti bisa menyukseskan Festival Pesona Meti Kei,” pungkasnya dengan penuh optimisme.