KNPI Maluku Tenggara Apresiasi Lahirnya Gerakan Edukasi Perempuan Kei
Langgur, TribunNusantara.web.id | Ketua DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Pablo Rafra, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Gerakan Edukasi Perempuan Kei sebagai wadah strategis dalam memperkuat peran perempuan, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan pelestarian budaya lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menghadiri Deklarasi dan Diskusi Publik Gerakan Edukasi Perempuan Kei yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Langgur, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan itu bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang yang dinilai memiliki makna simbolik sekaligus substantif.
Menurut Pablo, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak cukup dimaknai secara simbolis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya melalui komitmen bersama dalam memperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Ia menilai kehadiran Gerakan Edukasi Perempuan Kei sebagai langkah progresif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Perempuan, kata dia, memiliki peran sentral dalam membangun kualitas sumber daya manusia, mulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat luas.
“Issu pendidikan perempuan bukan hanya isu perempuan semata, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk pemuda. Pemuda dan perempuan adalah dua kekuatan perubahan yang harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pablo menilai tema kegiatan “Pendidikan Perempuan Kei dalam Bingkai Budaya Lokal dan Kebijakan Daerah” sangat tepat. Menurutnya, pembangunan daerah harus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal serta didukung kebijakan yang adil dan berpihak pada kesetaraan.
DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Gerakan Edukasi Perempuan Kei serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong program dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan pemuda.
“KNPI siap menjadi mitra strategis dalam edukasi, advokasi, dan kolaborasi program demi terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Tenggara,” tutup Pablo.
(Evav)








































Komentar via Facebook