Konfercab III GMNI Timika Tegaskan Estafet Kepemimpinan Progresif: Rawat Solidaritas, Bumikan Pancasila, Menangkan Marhaen

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Konfercab III GMNI Timika Tegaskan Estafet Kepemimpinan Progresif: Rawat Solidaritas, Bumikan Pancasila, Menangkan Marhaen

Konfercab III GMNI Timika Tegaskan Estafet Kepemimpinan Progresif: Rawat Solidaritas, Bumikan Pancasila, Menangkan Marhaen

Timika, Tribunnusantara-web.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Timika menegaskan komitmennya menjaga estafet kepemimpinan yang progresif dan revolusioner melalui pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) III di Grand Tembaga Hotel, Sabtu (27/6/2026).

Mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan Memenangkan Marhaen," forum tertinggi tingkat cabang tersebut menjadi momentum strategis untuk menentukan arah baru organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader dalam menjawab tantangan zaman.

Ketua Cabang GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, DPD GMNI Papua Tengah, para alumni, organisasi kepemudaan, serta seluruh kader yang selama ini ikut membesarkan organisasi.

Menurutnya, perjalanan GMNI di Mimika tidak pernah lepas dari berbagai dinamika internal maupun tantangan eksternal. Namun, seluruh proses tersebut justru menjadi ruang pembelajaran yang menempa karakter kader agar semakin matang dalam memperjuangkan nasionalisme, kerakyatan, dan keadilan sosial.

  "GMNI adalah organisasi kader. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persatuan. Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Cabang, dialah pemimpin kita bersama yang wajib didukung demi kemajuan organisasi," tegas Kristoforus.

Ia menekankan bahwa persatuan dan solidaritas merupakan modal utama organisasi untuk tetap relevan dan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

  "Kalau kita terpecah, kita akan kalah. Tetapi jika kita tetap bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan perjuangan kita dalam membela kepentingan rakyat dan membangun Kabupaten Mimika yang lebih baik," ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta Konfercab.

Kristoforus berharap Konfercab III tidak berhenti pada proses memilih ketua baru semata, tetapi mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, memperkuat sistem kaderisasi, serta menjaga GMNI tetap menjadi organisasi perjuangan yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan Marhaenisme.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh kader menjaga semangat persaudaraan sebagai fondasi utama organisasi.

  "Mari kita rawat persatuan, perkuat solidaritas, bumikan Pancasila, dan menangkan Marhaen. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Merdeka!" tutup Kristoforus Toffy.

Konfercab III GMNI Timika diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin solid, progresif, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat, sesuai cita-cita perjuangan Bung Karno dan semangat Marhaenisme.

Editor : Bruce Elang