Konflik Pemuda Mengintai, Kapolda Maluku Turun Langsung ke Kota Tual
Langgur, TribunNusantara.web.id | Potensi konflik pemuda kembali membayang di Kota Tual. Di tengah kegelisahan warga dan riak ketegangan antarwilayah, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartono memilih turun langsung ke kampung, membuka ruang dialog dan mendengar suara masyarakat sebelum situasi memburuk.
Kehadiran Kapolda bukan sekadar kunjungan seremonial. Kepolisian membaca tanda-tanda kerawanan sosial yang, jika dibiarkan, berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka. Pendekatan dialog dipilih sebagai langkah awal, alih-alih tindakan represif.
“Pertama, kegiatannya mendengar masyarakat,” kata Dadang Hartono kepada wartawan. Menurut dia, komunikasi langsung antara polisi dan warga menjadi kunci untuk memahami persoalan yang berkembang di akar rumput sekaligus mencegah kejahatan sejak dini.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengungkapkan bahwa persoalan yang sempat mencuat telah dibicarakan secara terbuka dan menghasilkan kesepakatan damai antarwarga. “Alhamdulillah, sudah bagus. Sudah ada perjanjian untuk mereka damai,” ujarnya.
Dadang menegaskan, komunikasi antara polisi dan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk mengevaluasi kinerja aparat. Dari dialog itulah, kepolisian dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki agar gangguan keamanan tidak kembali terjadi.
Dalam kegiatan itu, Kapolda turut melibatkan unsur mitra dari tingkat provinsi untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia berharap jalur komunikasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga berjalan lebih terbuka dan efektif.
“Kalau ada ketidakcocokan antarwilayah, termasuk persoalan anak-anak muda, itu harus diselesaikan dengan baik sejak awal,” kata Dadang.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah keinginan pemuda agar lebih dilibatkan dalam kegiatan kemasyarakatan dan program pemerintah. Menurut Dadang, seluruh program kepemudaan yang bersifat positif—baik yang digagas pemerintah daerah maupun desa—perlu dikawal bersama agar tidak memicu persoalan baru.
“Tindak lanjutnya, semua program yang baik harus kita kawal. Kalau ada masukan atau keluhan, segera disampaikan, supaya tidak berkembang menjadi masalah,” ujarnya.
Kapolda juga menegaskan pesan kepada jajaran Polres Tual agar tetap berpegang pada tugas utama kepolisian. “Tugas pokok polisi adalah melayani masyarakat, agar situasi wilayah Kota Tual tetap aman dan kondusif,” katanya.
Mengakhiri kunjungannya, Dadang mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat. “Masyarakatnya ramah-ramah dan baik,” ujarnya singkat.
Kunjungan Kapolda Maluku ini menandai pendekatan kepolisian yang menempatkan dialog sebagai pintu awal penanganan persoalan sosial. Di Kota Tual, negara berupaya hadir lebih awal—sebelum konflik benar-benar pecah.








































Komentar via Facebook