Konsulat Australia Dukung Perikanan Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Perempuan di Maluku

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Konsulat Australia Dukung Perikanan Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Perempuan di Maluku

Makassar, TribunNusantara.web.id | Senin, 20 April 2026 - Konsulat-Jenderal Australia di Makassar memperkuat dukungannya terhadap pengembangan industri perikanan ramah lingkungan di Maluku melalui pendanaan Direct Aid Program (DAP). Program ini menyasar peningkatan kapasitas nelayan sekaligus pemberdayaan ekonomi perempuan di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Wilayah kerja Konsulat-Jenderal Australia di Makassar mencakup 12 provinsi di Indonesia bagian timur, termasuk Maluku. Setiap tahun, perwakilan tersebut menyalurkan dana DAP untuk mendukung inisiatif masyarakat yang berfokus pada isu-isu prioritas seperti ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kelompok rentan.

Di Kairatu, dana DAP digunakan untuk membiayai proyek bertajuk Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas melalui Bantuan Rumpon serta Pelatihan Pembuatan Abon Ikan dan Bakso Ikan yang digagas Yayasan Sauwa Sejahtera Maluku.

Program ini lahir dari persoalan klasik yang dihadapi nelayan setempat: hasil tangkapan yang terus menurun akibat penggunaan metode penangkapan tradisional yang kurang efektif.

Ironisnya, perairan Kairatu dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah. Namun, keterbatasan alat tangkap dan pengetahuan pengolahan hasil laut membuat potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi bagi warga.

Melalui proyek ini, sebanyak 10 kelompok nelayan menerima bantuan rumpon—alat bantu penangkapan ikan yang dirancang ramah lingkungan. Rumpon berfungsi sebagai pengumpul ikan alami, sehingga nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem laut.

Tak hanya menyasar nelayan, program ini juga menyentuh sektor hilir. Para perempuan di desa tersebut mendapatkan pelatihan pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah, seperti abon dan bakso ikan. Pelatihan ini diharapkan membuka peluang usaha rumah tangga dan memperluas sumber pendapatan keluarga nelayan.

Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengatakan proyek tersebut menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dapat membawa dampak nyata.

“Proyek ini sangat menarik karena dengan inovasi kreatif peralatan tangkap ikan yang ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil penangkapan. Saya bangga bahwa proyek ini melibatkan perempuan untuk memperbaiki status ekonomi mereka,” ujar Dias saat mengunjungi lokasi proyek.

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan kelompok nelayan, pembuatan dan pemasangan rumpon, hingga pelatihan pengolahan ikan. Tim pelaksana juga melakukan evaluasi rutin untuk mengukur peningkatan hasil tangkapan dan perkembangan usaha olahan ikan.

Salah satu penerima manfaat, Martha, mengaku merasakan langsung dampak program tersebut. Hasil tangkapan suaminya meningkat setelah penggunaan rumpon, sementara ia memperoleh keterampilan baru dalam mengolah ikan.

“Kami mendapat ilmu baru untuk mengolah ikan dan menambah penghasilan keluarga melalui penjualan produk ini,” katanya.

Inisiatif ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang memadukan aspek lingkungan dan ekonomi. Dengan memperkuat praktik perikanan berkelanjutan sekaligus mendorong diversifikasi usaha, program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir di kawasan timur Indonesia.