Kra Gula Werba Disiapkan Jadi Sentra Bibit Pala Tomandin, Upaya Menjaga Keaslian Pala Fakfak

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 25 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kra Gula Werba Disiapkan Jadi Sentra Bibit Pala Tomandin, Upaya Menjaga Keaslian Pala Fakfak

Fakfak, TribunNusantara.web.id |  Upaya menjaga keaslian dan kualitas Pala Fakfak yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) terus digencarkan.

Dinas Perkebunan Fakfak bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Papua Barat kini tengah memprospek kelompok penangkar baru Kra Gula di Kampung Werba, Distrik Fakfak Barat, untuk dikembangkan menjadi kebun penangkaran Pala Tomandin.

Langkah ini dinilai strategis. Selain melestarikan varietas lokal khas Fakfak, kebun penangkaran juga akan memastikan keberlanjutan komoditas pala yang selama ini menjadi identitas daerah di pasar nasional hingga internasional.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa Pala Tomandin memiliki karakteristik unik yang tidak ditemui di daerah lain. Karena itu, menjaga kemurnian varietas menjadi pekerjaan penting dan berkelanjutan.

“Melalui prospek penangkaran ini, kami ingin memastikan ketersediaan bibit pala yang unggul dan bersertifikat, sekaligus menjaga agar karakteristik khas Pala Fakfak tidak terkontaminasi,” ujar Widhi.

Kelompok Kra Gula yang dipimpin Moses Hindom menjadi binaan utama dalam program ini.

Pemerintah mendorong kelompok tersebut untuk memenuhi seluruh standar legalitas, administrasi teknis, hingga sumber benih yang berasal dari Blok Penghasil Tinggi (BPT) dari Pohon Induk Terpilih (PIT).

Nantinya, kebun ini akan berada di bawah pengawasan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BPSB) tingkat provinsi.

Lebih jauh, kelompok ini diarahkan untuk mampu menghasilkan bibit pala melalui metode grafting (vegetatif), yang lebih unggul dibanding bibit generatif dari biji.

Metode ini diharapkan dapat menopang budidaya pala dalam skala komersial yang lebih produktif.

Harapannya, kebun penangkaran Kra Gula akan melahirkan generasi baru penangkaran pala dari Orang Asli Fakfak (OAP) yang memahami secara mendalam tradisi dan teknik perbenihan.

Dengan begitu, bibit pala yang beredar benar-benar terjamin keasliannya, sesuai sertifikat Indikasi Geografis (IG), serta mendukung pembangunan perkebunan pala yang berkelanjutan.

Ke depan, kebun ini juga diharapkan menjadi pusat perbenihan pala unggul bersertifikat. Fungsinya tidak hanya untuk peremajaan kebun masyarakat dan perluasan areal tanam, tetapi juga menjaga mutu sesuai standar IG, sehingga nama besar Pala Fakfak tetap harum di pasar dunia.

 

Writter ; Den