KRI Kebanggaan Indonesia Merapat di Tual, Operasi Trisila 26 Digelar!

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KRI Kebanggaan Indonesia Merapat di Tual, Operasi Trisila 26 Digelar!

Tual, TribunNusantara.web.id | Dua kapal perang Republik Indonesia, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, merapat di Dermaga Umum Yos Sudarso, Kota Tual, Sabtu, 28 Februari 2026.

Keduanya datang dalam rangka Operasi Trisila 2026 yang digelar di bawah kendali Komando Armada III, dengan wilayah operasi meliputi Papua, Maluku, hingga Maluku Tenggara.

Mayor Laut (P) Petrus Jayanta, Perwira Operasi Lanal Tual, memastikan kapal akan sandar hingga 3 Maret 2026. Operasi Trisila berlangsung sekitar 40 hari dan berputar di wilayah kerja Armada III—kawasan strategis yang menjadi simpul pertahanan laut Indonesia timur.

“Kehadiran kapal perang ini bukan sekadar patroli. Ini juga bagian dari pendekatan kepada masyarakat,” kata Petrus saat ditemui di Tual.

Geladak Terbuka untuk Publik

Selama sandar, TNI Angkatan Laut membuka akses open ship bagi warga. Masyarakat dipersilakan naik ke atas kapal, melihat fasilitas, dan berdialog langsung dengan prajurit mengenai sistem persenjataan maupun tugas operasional di laut.

Jadwal kunjungan terbuka digelar:

* Sabtu, 28 Februari 2026 : pukul 10.00–13.00 WIT
* Minggu, 1 Maret 2026 : pukul 08.00–12.00 WIT
* Senin, 2 Maret 2026 : pukul 09.00–12.00 WIT

Lokasinya di Dermaga Umum Yos Sudarso, Jalan Pattimura, Kelurahan Masrum, Kecamatan Pulau Dullah Selatan.

Menurut Petrus, kapal perang adalah milik seluruh rakyat Indonesia. “TNI AL hanya mengawak dan merawatnya. Karena itu, masyarakat berhak tahu dan melihat langsung bagaimana alutsista ini bekerja menjaga laut kita,” ujarnya.

Lebih dari Operasi Militer

Agenda Trisila 2026 di Tual tidak berhenti pada patroli dan kunjungan publik. Lanal Tual menyiapkan rangkaian kegiatan sosial dan edukatif.

Sabtu sore, prajurit membagikan takjil kepada warga di depan markas Lanal Tual menyambut Ramadan. Minggu pagi, dilakukan pembersihan Taman Makam Pahlawan Maluku Tenggara. Sore harinya, digelar silaturahmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di markas Lanal.

Pada Senin pagi, siswa SMK Negeri 1 Tual dijadwalkan naik ke kapal untuk pembinaan jiwa kebaharian. Senin sore, prajurit melaksanakan bakti sosial pembersihan Gereja Sion. Selasa pagi, giliran pihak Lanal memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kesehatan remaja kepada para siswa.

Rangkaian ini, menurut Petrus, menegaskan bahwa operasi militer tak melulu soal pengamanan laut. “Ada misi sosial dan edukasi. Kami ingin kehadiran TNI AL terasa dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Laut sebagai Halaman Depan

Bagi wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara dan Kota Tual, laut bukan sekadar bentang geografis, melainkan ruang hidup. Di perairan inilah jalur logistik, ekonomi, dan keamanan bertemu.

Kehadiran armada di timur Indonesia menjadi pengingat bahwa kawasan ini adalah halaman depan kedaulatan negara. Di atas geladak KRI, publik tak hanya melihat baja dan meriam, tetapi juga simbol komitmen menjaga batas laut Nusantara.

Operasi Trisila 2026, pada akhirnya, bukan sekadar agenda militer. Ia menjadi ruang perjumpaan antara negara dan warga—di dermaga kecil yang menghadap samudra luas.