Krisis Air Bersih di Fakfak Kian Memprihatinkan, Aktivis Dani Rahakbauw Soroti Kelalaian Pemerintah Daerah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Krisis Air Bersih di Fakfak Kian Memprihatinkan, Aktivis Dani Rahakbauw Soroti Kelalaian Pemerintah Daerah

Krisis Air Bersih di Fakfak Kian Memprihatinkan, Aktivis Dani Rahakbauw Soroti Kelalaian Pemerintah Daerah

FAKFAK, PAPUA BARAT Tribunnusantara-web.id – Krisis air bersih yang masih membelit sejumlah wilayah di Kabupaten Fakfak kembali menjadi sorotan. Aktivis muda Fakfak, Dani Rahakbauw, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Fakfak yang dinilai belum serius menangani persoalan kebutuhan dasar masyarakat tersebut.02/08/2026

Menurut Dani, air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi seluruh makhluk hidup. Tanpa ketersediaan air bersih, kehidupan manusia tidak mungkin dapat berlangsung dengan baik.

 "Setiap makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Manusia juga bagian dari makhluk hidup. Karena itu, penyediaan air bersih bukan sekadar pelayanan pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi," tegas Dani.

Ia mengungkapkan hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Fakfak yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, di antaranya Kampung Lusiperi (Misi Dalam), Kampung Gewerpe, Rumah Tiga, serta kawasan sekitarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah dalam mengelola dan menjamin distribusi air bersih bagi masyarakat.

Dani menilai pemerintah daerah lebih banyak mengarahkan perhatian pada program-program lain, sementara persoalan yang menyangkut kebutuhan pokok warga justru belum ditangani secara optimal.

   "Masyarakat tidak membutuhkan janji. Yang mereka butuhkan adalah air bersih yang mengalir ke rumah-rumah mereka setiap hari. Pemerintah harus menempatkan persoalan ini sebagai prioritas utama," katanya.

Ia meyakini masih banyak wilayah lain di Kabupaten Fakfak yang mengalami persoalan serupa namun belum banyak terekspos ke publik.

Karena itu, Dani mendesak pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait segera melakukan pemetaan wilayah terdampak sekaligus mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sistem penyediaan air bersih.

Menurutnya, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari kemampuan menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat.

  "Pemerintah yang berhasil adalah pemerintah yang hadir dan serius menyelesaikan persoalan masyarakat yang mendesak. Air bersih adalah hak masyarakat, bukan sesuatu yang boleh diabaikan," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dani mengingatkan bahwa air memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan.

  "Air dapat menghidupkan jika tersedia dengan baik, tetapi ketiadaan air juga dapat mengancam kehidupan. Karena itu, jangan sampai persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut," tutup Dani.

Editor: Bruce Elang