Krisis Dokter di Wilayah Kepulauan, Pemkab Malra Buka Rekrutmen Khusus untuk Isi Kekosongan Layanan Kesehatan
Krisis Dokter di Wilayah Kepulauan, Pemkab Malra Buka Rekrutmen Khusus untuk Isi Kekosongan Layanan Kesehatan
Langgur, Tribunnusantara-web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akhirnya membuka rekrutmen dokter umum untuk program Tenaga Medis Penugasan Khusus Daerah Tahun 2026, menyusul masih minimnya tenaga medis di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan.26/05/2026
Langkah ini menjadi sinyal bahwa persoalan kekurangan dokter di Maluku Tenggara belum sepenuhnya teratasi, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota dan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Malra membuka kesempatan bagi dokter umum untuk ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan yang hingga kini masih membutuhkan tenaga medis, yakni Puskesmas Ohoiel, Puskesmas Mun, Puskesmas Rahangiar, serta RSUD Kelas D Pratama Kei Besar.
Rekrutmen tersebut dinilai sangat penting mengingat masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan masih kerap menghadapi persoalan keterbatasan pelayanan kesehatan dasar akibat kurangnya tenaga dokter.
Tak sedikit warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan pelayanan medis yang layak.
Pemerintah daerah berharap program penugasan khusus ini mampu menjadi solusi sementara untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pengobatan yang memadai.
Dalam pengumuman resmi, para pelamar diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administrasi seperti surat lamaran, KTP, surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan pemerintah, ijazah profesi yang telah dilegalisasi, transkrip nilai, hingga Surat Tanda Registrasi (STR).
Selain itu, peserta juga diwajibkan membuat surat pernyataan bermeterai yang menyatakan tidak sedang terikat kontrak dengan instansi lain, tidak menuntut status ASN, siap ditempatkan di lokasi penugasan, serta tidak mengambil cuti selama tahun pertama masa tugas.
Pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 30 Juni 2026, dengan masa penugasan selama satu tahun penuh sesuai kebutuhan daerah.
Program ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan tenaga medis yang direkrut benar-benar bertahan dan mampu memberikan pelayanan maksimal di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan infrastruktur kesehatan.
Di sisi lain, masyarakat berharap rekrutmen ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan awal dari pembenahan serius sektor kesehatan di Maluku Tenggara agar krisis tenaga dokter di wilayah kepulauan tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
(Redaksi Tribunnusantara)








































Komentar via Facebook