KTH Simpang Jaya Lestari Panen Harapan Baru: Menanam Jagung Hibrida di Lahan Konsesi PT HKI untuk Ketahanan Pangan Nasional
Ketapang, TribunNusantara.web.id | Di hamparan tanah seluas 1,3 hektare di Dusun Aur Kuning, Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, sebuah langkah bersejarah dimulai.
Kelompok Tani Hutan (KTH) Simpang Jaya Lestari melakukan penanaman perdana jagung hibrida di areal kemitraan konsesi PT Hutan Ketapang Industri (HKI).
Bagi warga dusun, bukan sekadar menanam benih, melainkan menanam harapan baru akan masa depan pangan, energi, dan kesejahteraan.
Momentum ini kian bermakna karena hadirnya sejumlah pemangku kepentingan: perwakilan PT HKI, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat, serta Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Ketapang Selatan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan tak lagi semata soal kayu, melainkan ruang hidup yang bisa menopang pangan dan ekonomi masyarakat.
“Ini adalah momen bersejarah bagi kami,” ujar Suhardi, Ketua KTH Simpang Jaya Lestari sekaligus Kepala Dusun Aur Kuning, dengan nada optimistis.
“Pemanfaatan lahan kemitraan untuk menanam jagung hibrida memberi harapan baru bagi peningkatan pendapatan petani. Kami berharap program ini terus berlanjut, bahkan berkembang ke komoditas lain, agar ekonomi masyarakat di sekitar konsesi PT HKI semakin maju.”
Pihak PT HKI pun menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan nilai inti perusahaan: membangun keharmonisan antara pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengelola hutan secara berkelanjutan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga sekitar. Penanaman jagung hibrida ini adalah bentuk nyata kontribusi kami,” ungkap perwakilan perusahaan.
DLHK Provinsi Kalimantan Barat menyambut inisiatif ini sebagai model kemitraan yang patut ditiru.
“Kolaborasi seperti ini adalah kunci mengelola hutan secara lestari. Apalagi jagung merupakan komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional. Kami apresiasi PT HKI dan KTH Simpang Jaya Lestari yang menjadi pelopor,” kata pejabat DLHK.
Jagung hibrida dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi, umur panen singkat, dan permintaan pasar yang stabil, baik untuk kebutuhan pangan maupun pakan ternak.
Dari lahan percontohan 1,3 hektare inilah, sebuah model kemitraan baru diharapkan lahir: masyarakat, perusahaan, dan pemerintah bergerak bersama, menanam pangan sekaligus menumbuhkan kesejahteraan.
PT HKI sendiri dikenal sebagai perusahaan pengelola hutan yang konsisten mengusung prinsip sustainable forest management. Melalui kemitraan dengan kelompok tani seperti Simpang Jaya Lestari, mereka berupaya menegaskan bahwa hutan adalah sumber kehidupan yang harus dikelola dengan bijak dan adil.
Di Dusun Aur Kuning, jagung bukan lagi sekadar komoditas. Ia menjadi simbol harapan—tentang pangan yang mandiri, energi yang terjaga, dan masyarakat yang sejahtera.
Writter : Syafarudin








































Komentar via Facebook