KUALITAS UDARA AMBON MEMBURUK AKIBAT KARHUTLA, KADISKES SIAGAKAN SELURUH PUSKESMAS - OKSIGEN WAJIB READY 24 JAM

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KUALITAS UDARA AMBON MEMBURUK AKIBAT KARHUTLA, KADISKES SIAGAKAN SELURUH PUSKESMAS - OKSIGEN WAJIB READY 24 JAM

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Dampak rentetan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Ambon mulai mengancam kesehatan warga. Dinas Kesehatan Kota Ambon langsung tancap gas: seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit diinstruksikan siaga penuh, dan stok oksigen wajib dipastikan tersedia.

Instruksi tegas itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon usai Apel Pagi di Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026), merespons peringatan Wali Kota Bodewin Wattimena soal 34 kejadian kebakaran hanya dalam 10 hari dan prediksi BMKG hujan baru turun Maret 2027.

"Kondisi udara saat ini tidak baik-baik saja. Semua Puskesmas tetap disiapkan. Kita harus mengeluarkan Surat Edaran kepada Puskesmas maupun Rumah Sakit agar melakukan pemantauan dan mengawasi peningkatan kasus," tegas Kadiskes kepada http://GlobalMaluku.id.

PUSKESMAS JADI GARDA TERDEPAN, BUKAN PENONTON

Kadiskes tidak ingin Puskesmas hanya menunggu pasien datang. Ia memerintahkan pola jemput bola: pantau wilayah kerja masing-masing, deteksi dini kenaikan kasus ISPA, sesak napas, iritasi mata, dan penyakit yang dipicu kabut asap.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Wali Kota Ambon yang memerintahkan pembagian masker massal ke seluruh sekolah. Jika kebakaran terus terjadi di Gunung Nona, Latuhalat, dan titik lainnya, maka beban penderitanya akan jatuh ke Puskesmas.

OKSIGEN WAJIB ADA - TIDAK BOLEH ALASAN KOSONG

Poin paling keras dari instruksi Kadiskes adalah soal oksigen.

"Yang pasti, setiap Puskesmas, oksigen siap. Oksigen tetap siap dan tetap dipantau sehingga apabila ada kebutuhan, Puskesmas sebagai unit pelayanan dapat menanganinya," ujarnya dengan nada tegas.

Artinya, tidak ada toleransi bagi Puskesmas yang tabung oksigennya kosong saat warga sesak karena asap. Dinas Kesehatan akan melakukan monitoring harian terhadap ketersediaan logistik vital tersebut.

BANTUAN MASUK SEKOLAH, DISTRIBUSI 6-12 HARI KE DEPAN

Dalam kesempatan yang sama, Kadiskes juga menjelaskan tindak lanjut pembagian bantuan simbolis yang sebelumnya dilakukan di SMP Negeri 7 Ambon. Pembagian bantuan kesehatan, yang disinyalir berupa masker dan paket kesehatan, akan digulirkan ke sekolah-sekolah lain dalam 6 hingga 12 hari ke depan.

Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah kepungan asap dan ancaman El Nino.

Meski rincian jumlah sekolah dan jenis bantuan belum dibuka secara detail, Kadiskes memastikan jadwalnya sudah disusun.

IMBAUAN UNTUK WARGA

Dinas Kesehatan meminta warga Ambon untuk tidak anggap remeh kabut asap:

1.  Kurangi aktivitas luar ruangan, terutama anak-anak dan lansia.

2.  Wajib pakai masker saat keluar rumah.

3.  Segera ke Puskesmas terdekat jika mengalami batuk berkepanjangan, sesak, mata perih, atau pusing.

4.  Pantau informasi resmi dari Pemkot dan BMKG.

"Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan adalah kunci. Dengan oksigen yang ready, tenaga yang siaga, dan pemantauan yang kuat, kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," pungkas Kadiskes.

(H.R)