Kukuhkan Kepala Ohoi Letman, Bupati Malra Ingatkan: Jabatan Bukan Kehormatan, Tapi Amanah Rakyat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 14 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kukuhkan Kepala Ohoi Letman, Bupati Malra Ingatkan: Jabatan Bukan Kehormatan, Tapi Amanah Rakyat

Kukuhkan Kepala Ohoi Letman, Bupati Malra Ingatkan: Jabatan Bukan Kehormatan, Tapi Amanah Rakyat

Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Pengukuhan Kepala Ohoi Letman menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk kembali menegaskan pentingnya disiplin pemerintahan, transparansi anggaran, pelayanan publik, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat Kei.

Dalam arahannya pada pengukuhan tersebut, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa jabatan Kepala Ohoi bukan sekadar posisi maupun kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat.

“Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah dan tanggung jawab kepada seluruh masyarakat,” tegas Bupati, Senin (14/9/2026).

Thaher meminta Kepala Ohoi Letman yang baru dikukuhkan menjalankan pemerintahan secara tertib, disiplin, transparan, dan senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Pemerintahan Ohoi Harus Disiplin

Menurut Thaher, disiplin pemerintahan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat Ohoi.

Administrasi pemerintahan harus dilakukan secara lengkap dan tertib. Setiap keputusan harus berlandaskan aturan, sementara seluruh perangkat Ohoi wajib memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Ia mengingatkan agar pemerintahan Ohoi tidak hanya terlihat aktif ketika ada kegiatan atau pencairan anggaran.

Pemerintahan harus berjalan secara konsisten setiap hari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Anggaran Ohoi Wajib Transparan

Perhatian khusus juga diberikan Bupati terhadap pengelolaan anggaran Ohoi.

Thaher menegaskan bahwa anggaran Ohoi merupakan uang rakyat sehingga setiap penggunaannya harus berdasarkan perencanaan, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kebutuhan masyarakat.

“Tidak boleh ada penyalahgunaan, tidak boleh ada kepentingan pribadi, dan setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dan akuntabilitas bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.

Ia meminta Kepala Ohoi beserta perangkatnya membangun budaya pemerintahan yang terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui arah penggunaan anggaran dan manfaat pembangunan yang dihasilkan.

Pelayanan Tidak Boleh Dibedakan

Selain tata kelola pemerintahan dan anggaran, Thaher menekankan pentingnya pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat Ohoi Letman.

Kepala Ohoi diminta tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan hubungan keluarga, kelompok maupun pilihan politik.

Menurutnya, seluruh perbedaan yang muncul dalam proses politik maupun dinamika masyarakat harus ditinggalkan setelah kepemimpinan baru dikukuhkan.

Pemerintahan Ohoi harus menjadi rumah bersama dan bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Adat Kei Tetap Menjadi Pegangan

Thaher juga mengingatkan pentingnya menjaga adat dan hukum adat Kei dalam kehidupan pemerintahan serta kemasyarakatan.

Pemerintahan Ohoi, kata dia, harus berjalan seiring dengan nilai-nilai adat Kei dengan tetap menghormati para pemangku adat, tokoh masyarakat dan para sesepuh.

Namun, pelaksanaan adat juga harus berjalan harmonis dengan hukum nasional serta ketentuan pemerintahan yang berlaku.

Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Bupati turut mengajak masyarakat Ohoi Letman mengambil bagian dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Menurutnya, pengawasan masyarakat merupakan bentuk partisipasi penting untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai aturan.

Namun, kritik maupun masukan hendaknya disampaikan secara baik, konstruktif dan bertanggung jawab.

   “Kritik boleh, tetapi mari kita bangun dengan semangat kebersamaan,” pesannya.

Khusus kepada Kepala Ohoi Letman, Thaher kembali mengingatkan agar jabatan yang dipercayakan masyarakat tidak dijadikan sarana untuk mengejar kepentingan pribadi.

   “Jangan mengejar jabatan, tetapi jalankan amanah. Jangan mencari kepentingan pribadi, tetapi utamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Thaher berharap kepemimpinan baru Ohoi Letman mampu menghadirkan pemerintahan yang tertib, pengelolaan anggaran yang bersih dan akuntabel, pelayanan publik yang cepat, serta kehidupan masyarakat yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Kei.

“Mari kita bangun Ohoi Letman yang tertib pemerintahannya, bersih pengelolaan anggarannya, cepat pelayanannya, kuat adatnya, dan bersatu masyarakatnya,” ajaknya.

Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi awal bagi kepemimpinan baru untuk membangun Ohoi Letman dengan semangat pelayanan, keterbukaan dan kebersamaan.

Sebab, bagi masyarakat Kei, pembangunan bukan hanya soal pemerintahan dan anggaran, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan dan nilai Ain Ni Ain sebagai kekuatan kehidupan bersama.

Editor: Bruce Elang