Kunjungan Mensos ke Maluku Tenggara Diuji: Seremonial atau Solusi Nyata?
Kunjungan Mensos ke Maluku Tenggara Diuji: Seremonial atau Solusi Nyata?
LANGGUR, Rencana kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia ke Kabupaten Maluku Tenggara pada 22–23 April 2026 menuai harapan sekaligus sorotan. Di tengah masih kompleksnya persoalan kemiskinan dan ketimpangan di wilayah kepulauan, kunjungan ini dinilai tidak boleh berhenti pada simbolik belaka.
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan bahwa kehadiran pejabat pusat harus mampu menjawab persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama terkait ketepatan sasaran bantuan sosial.
“Kunjungan ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar agenda seremonial. Persoalan klasik seperti data kemiskinan yang tidak akurat masih menjadi hambatan utama di lapangan,” ujar perwakilan organisasi tersebut dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026
Selama ini, ketidaksinkronan data antara pusat dan daerah kerap menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran. Di sejumlah wilayah terpencil, masih ditemukan masyarakat yang layak menerima bantuan justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria tetap terdaftar.
Di sisi lain, Pemuda Muhammadiyah tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang dinilai proaktif menghadirkan Menteri Sosial ke daerah. Upaya tersebut menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membuka akses terhadap program-program nasional.
Namun demikian, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan kunjungan ini akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut konkret, bukan sekadar seremoni dan peninjauan lapangan.
Selain isu bantuan sosial, perhatian juga diarahkan pada minimnya program pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan.
Padahal, kelompok muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
“Jangan sampai kunjungan ini hanya menghasilkan bantuan jangka pendek. Yang dibutuhkan adalah program pemberdayaan yang memberi ruang bagi pemuda untuk mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi catatan penting. Tanpa koordinasi yang solid, berbagai program sosial berpotensi tidak berjalan efektif di lapangan.
Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara menyatakan akan mengawal hasil kunjungan tersebut agar benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Mereka menegaskan komitmennya sebagai mitra kritis pemerintah, sekaligus bagian dari elemen masyarakat sipil yang mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Kunjungan Menteri Sosial kali ini pun menjadi ujian: apakah mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kepulauan, atau kembali menjadi bagian dari rutinitas kunjungan pejabat tanpa perubahan signifikan."pungkasnya.
"Elang"








































Komentar via Facebook