Kuota Haji Malra “Dibantai”, DPRD Murka: Dari 79 Jemaah Kini Tinggal 3 Orang
Kuota Haji Malra “Dibantai”, DPRD Murka: Dari 79 Jemaah Kini Tinggal 3 Orang
Langgur, Tribunnusantara-web.id — Penurunan kuota calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2026 memicu kemarahan publik. Ketua DPRD Maluku Tenggara, Stepanus Layanan, melontarkan protes keras setelah kuota keberangkatan anjlok drastis dari 79 orang pada 2025 menjadi hanya tiga orang tahun ini.
Pernyataan keras itu disampaikan Stepanus usai menghadiri pelepasan CJH di Masjid Agung Raudha, Jumat (8/5/2026).
“Dulu 79 orang, sekarang tinggal tiga bahkan sempat dua orang. Ini sangat tidak masuk akal. Padahal sekarang ada kementerian khusus yang urus haji,” tegas Stepanus kepada wartawan.
Ia menilai kebijakan kuota tersebut seperti tamparan bagi masyarakat Maluku Tenggara yang selama ini harus menunggu bertahun-tahun demi bisa menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, antrean jamaah di Maluku Tenggara sudah mencapai ratusan orang. Dengan kuota hanya tiga orang, masyarakat dipaksa menunggu lebih lama tanpa kepastian.
“Kalau tiap tahun cuma tiga atau lima orang, kapan antrean delapan ratus lebih jamaah itu selesai? Ini bukan solusi, ini justru memperpanjang penderitaan masyarakat,” katanya geram.
Stepanus mengaku DPRD terus menerima telepon dan keluhan warga yang kecewa terhadap minimnya kuota haji tahun ini. Masyarakat, kata dia, tidak peduli soal alasan teknis di pusat. Yang mereka lihat adalah kenyataan bahwa kuota tiba-tiba “dipangkas habis”.
“Warga marah karena tahun lalu masih puluhan orang bisa berangkat. Sekarang tinggal tiga. Kami di DPRD ikut ditekan masyarakat dan tentu kami mempertanyakan kebijakan ini,” ujarnya.
Ia pun mendesak pemerintah pusat dan instansi terkait segera mengevaluasi pembagian kuota haji agar Maluku Tenggara tidak terus menjadi korban kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada daerah.
“Kami minta tahun depan kuota Maluku Tenggara dikembalikan minimal seperti 2025, bahkan harus lebih besar. Jangan sampai masyarakat terus dipermainkan dengan kuota yang tidak masuk akal,” tandasnya.
(*****)








































Komentar via Facebook