Kwamki Narama Kian Membara, Korban Berjatuhan, Dianus Omaleng: Negara Tidak Boleh Kalah
Kwamki Narama Kian Membara, Korban Berjatuhan, Dianus Omaleng: Negara Tidak Boleh Kalah
Mimika, Tribunnusantara-web.id Konflik berkepanjangan di wilayah Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali memanas.17/04/2026
Bentrokan antar kelompok yang terus berulang dilaporkan telah menelan korban jiwa dan memperparah situasi keamanan di tengah masyarakat.
Di tengah eskalasi konflik tersebut, warga hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian.
Aktivitas ekonomi terganggu, anak-anak kesulitan bersekolah, dan ruang gerak masyarakat semakin terbatas akibat ancaman kekerasan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Kondisi ini memicu kritik keras terhadap respons aparat keamanan dan pemerintah daerah yang dinilai belum mampu menghentikan konflik secara efektif.
Tokoh masyarakat, Dianus Omaleng, menyatakan bahwa negara tidak boleh kalah oleh situasi yang terus berulang tanpa penyelesaian nyata.
“Tanah yang seharusnya menjadi tempat hidup damai justru terus dibasahi darah. Ini tidak boleh dibiarkan. Negara harus hadir dan bertindak tegas,” ujar Dianus.
Ia menegaskan bahwa pembiaran hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan memperdalam luka sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret untuk memisahkan kelompok yang bertikai dan menghentikan konflik secara fisik.
Selain itu, pemerintah daerah diminta tidak lagi pasif dalam merespons situasi di lapangan.
“Pemerintah tidak bisa hanya diam atau menunggu. Kehadiran langsung di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan ada solusi nyata,” tegasnya.
Dianus juga menyoroti pentingnya penyelesaian melalui pendekatan adat yang melibatkan tokoh-tokoh lokal, termasuk kepala perang dan tokoh agama, guna mencegah konflik terus diwariskan ke generasi berikutnya.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa keamanan merupakan hak dasar warga negara yang harus dijamin tanpa pengecualian.
“Kami ingin hidup normal, bekerja, dan menyekolahkan anak-anak tanpa rasa takut. Itu hak kami sebagai warga negara,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret yang mampu meredam konflik secara menyeluruh.
Warga pun mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera bertindak sebelum situasi semakin tidak terkendali.
Masyarakat berharap Kwamki Narama tidak terus menjadi wilayah konflik yang memakan korban, melainkan kembali menjadi tempat hidup yang aman dan damai bagi semua.
“Elang”








































Komentar via Facebook