Langgur, Gerbang Sunyi Menuju Surga Wisata Kepulauan Kei

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Januari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Langgur, Gerbang Sunyi Menuju Surga Wisata Kepulauan Kei

Langgur, TrubunNusantara.web.id | Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan posisi Langgur sebagai simpul strategis pariwisata Kepulauan Kei. Kota kecil yang menjadi ibu kota kabupaten itu bukan sekadar titik transit, melainkan gerbang awal menuju lanskap alam Maluku Tenggara yang kian diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional.

Kabupaten Maluku Tenggara, yang dikenal dengan sebutan Bumi Larvul Ngabal, belakangan menjadi magnet baru wisata alam di kawasan timur Indonesia. Perairan sejernih kaca, pantai berpasir putih yang membentang panjang, serta gugusan pulau-pulau alami menjadikan wilayah berjuluk “seribu pulau” ini ramai diperbincangkan wisatawan domestik dan mancanegara.

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyebut, setiap perjalanan wisata ke Kepulauan Kei hampir selalu bermula dari Langgur. “Sebelum wisatawan menapakkan kaki di Pantai Ngurbloat atau menyusuri pasir timbul Ngurtafur, mereka akan singgah terlebih dahulu di Langgur,” ujar Hanubun dalam keterangan pers Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Rabu, 14 Januari 2026.

Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, menjadi pintu masuk utama. Dari balik jendela pesawat, wisatawan disuguhi bentang Laut Kei yang biru tenang, disertai udara laut yang khas. Langgur kemudian tampil sebagai pusat transportasi, logistik, dan pelayanan publik yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di kepulauan tersebut.

Namun, bagi Hanubun, kekuatan Langgur tidak hanya terletak pada letak geografisnya. Kota ini juga mencerminkan nilai sosial masyarakat Kei yang berlandaskan filosofi Ain ni Ain—kita semua bersaudara. Nilai itu hadir dalam keseharian warga, mulai dari interaksi di pasar tradisional hingga sikap terbuka dalam menyambut pendatang.

“Keramahan ini bukan sekadar atraksi wisata, tetapi identitas dan warisan budaya masyarakat Kei yang terus dijaga lintas generasi,” kata Hanubun, bupati dua periode tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menambahkan bahwa Langgur menawarkan pengalaman yang berbeda dari kota persinggahan pada umumnya. Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan—destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal.

“Jalur pesisir di sekitar Langgur juga menyajikan panorama laut biru jernih, menjadi pengantar awal sebelum wisatawan menjelajah lebih jauh ke pantai dan pulau-pulau kecil di Kei,” ujar Budhi Toffi.

Langgur menyediakan fondasi perjalanan wisata: ruang beristirahat sebelum menyeberang ke pulau lain, pasar rakyat untuk mengenal denyut kehidupan lokal, serta kawasan pesisir yang menghadirkan ketenangan di pagi hari. Perannya mungkin tidak riuh, tetapi nyata sebagai penyambut pertama bagi setiap pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun terus mengampanyekan slogan “Ini Langgur, Awal dari #KEIndahanIndonesia” dan #VisitKei. Kampanye ini ditujukan untuk menempatkan Langgur sebagai bagian penting dari narasi perjalanan wisata Kepulauan Kei.

Data kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Puncak kunjungan terjadi pada Juli hingga Oktober, bertepatan dengan musim liburan nasional dan meningkatnya eksposur pariwisata Kei di berbagai kanal digital. Wisatawan domestik dan lokal masih mendominasi, meski jumlah wisatawan mancanegara tercatat meningkat signifikan pada semester kedua tahun tersebut.

Sejumlah destinasi mencatat angka kunjungan tertinggi, antara lain Air Terjun Soindrat dengan 18.275 pengunjung, Bukit Indah Bombay 16.275 pengunjung, Air Terjun Bombay 14.250 pengunjung, Pantai Ngursarnadan 13.851 pengunjung, serta Pantai Ngurtafur 10.910 pengunjung.

Dengan peran strategis dan karakter sosial-budaya yang kuat, Langgur perlahan menegaskan diri bukan hanya sebagai kota persinggahan, melainkan gerbang sunyi menuju surga wisata alam Kepulauan Kei.
 

(Evav)