LAPPAN Dan AKSI! Gelar Lokakarya di Ambon: Perempuan Komunitas Memimpin Dekarbonisasi Dan Transisi Energi Berkeadilan
AMBON,Tribun-nusantara.web.id. LAPPAN Maluku bersama AKSI! (for gender, social and ecological justice) menyelenggarakan Lokakarya Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi Berbasis Perempuan Komunitas di Hotel Amaris, Kota Ambon, pada 10–11 September 2026. Kegiatan ini mendukung langsung 39 perempuan nelayan dari Negeri Seilale dan Latuhalat untuk mengambil peran utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan transisi energi bersih di wilayah pesisir Maluku.
-Perempuan di Garis Depan Dekarbonisasi dan Energi Bersih
Program ini berlandaskan pendekatan FPAR (Feminist Participatory Action Research) — membangun kesadaran kritis, memperkuat kepemimpinan perempuan, dan mentransformasi norma sosial agar lebih adil gender. Perempuan komunitas dilibatkan bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan pengambil keputusan di tingkat keluarga maupun masyarakat, terutama dalam merespons dampak perubahan iklim yang semakin terasa di wilayah pesisir.
Perempuan dari kelompok Aniong Seilale dan Latuhalawa Latuhalat telah merancang inisiatif konkret: memanfaatkan energi matahari, angin, dan air untuk kebutuhan air bersih, pengolahan hasil laut, serta kebutuhan rumah tangga. Usulan pemasangan panel surya untuk air bersih bahkan direncanakan dapat didukung melalui Dana Desa/ADD.
Inisiatif ini juga selaras dengan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Maluku, sekaligus mendorong keterlibatan komunitas dalam kebijakan energi daerah.
-Dihadiri Pemangku Kepentingan, Narasumber Ahli & Pemerintah Daerah
Lokakarya diikuti 36 peserta — perwakilan perempuan komunitas, Pemerintah Negeri Seilale dan Latuhalat, BPD kedua negeri, organisasi perempuan, disabilitas, masyarakat adat, organisasi lingkungan, serta akademisi dari perguruan tinggi di Ambon.
-Berbagai narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman:
- Titi Soentoro (AKSI!) — Konsep Dekarbonisasi Transformatif Gender (GeTDecarb) dan keadilan dalam transisi energi.
- Aniati Tokomadoran (LAPPAN) — Pendekatan FPAR dan pembelajaran inisiatif dekarbonisasi yang dipimpin perempuan komunitas.
- Delvya Latuputty (Latuhalat) & Hana Pariama (Seilale) — Pengalaman langsung perempuan komunitas memimpin aksi iklim di negeri masing-masing.
- Halomoan Marthin Muskita, A.Md., ST., SST., MT (Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Ambon) — Penerapan PLTS dan dukungan teknis bagi inisiatif energi bersih berbasis komunitas.
- Sartika M. Launuru, ST., MT (Dinas ESDM Maluku) & Rithasya T. Wenno, S.Si., M.Si (Dinas Lingkungan Hidup Maluku) — Kebijakan daerah terkait mitigasi, adaptasi iklim, dan sektor energi.
-Rekomendasi Konkret untuk Kebijakan dan Aksi Iklim yang Adil Gender
Lokakarya menghasilkan rekomendasi terbagi dalam tiga kelompok utama:
1. Perencanaan, Implementasi & Monev — memastikan partisipasi bermakna perempuan dalam setiap tahap kebijakan iklim.
2. Data Pilah Gender — dasar perencanaan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan.
3. Anggaran Responsif Gender — mendorong alokasi dana iklim yang adil dan dapat diakses oleh perempuan komunitas.
Rekomendasi ini akan menjadi masukan penting bagi penyusunan Gender Action Plan (GAP) dan Belem Gender Action Plan, yang akan dibahas dalam COP 31 di Antalya, Turki. Inti pesannya: Dana iklim harus adil, dapat diakses perempuan, dan tidak merusak lingkungan.
(H.R)








































Komentar via Facebook