Larvul Ngabal Didorong Jadi Aset Strategis Nasional, Menteri Kebudayaan Siap Hadiri Festival Pesona Meti Kei
Jakarta, TribunNusantara.web.id | Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon guna membahas penguatan dan pemajuan budaya Kei sebagai bagian dari strategi kebudayaan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Larvul Ngabal tidak semata dipahami sebagai hukum adat, melainkan sebagai sistem nilai yang hidup dan menjadi fondasi peradaban masyarakat kepulauan.
Di hadapan Menteri, Thaher memaparkan Larvul Ngabal sebagai warisan kultural yang mengatur tatanan sosial, etika, serta relasi antarmanusia di Tanah Kei selama berabad-abad.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tentang martabat, keadilan, penghormatan terhadap kehidupan, serta keseimbangan dinilai relevan untuk menjadi model budaya hidup masyarakat kepulauan Indonesia.
Menurut Thaher, Maluku Tenggara memiliki posisi strategis sebagai representasi karakter masyarakat bahari Nusantara.
Oleh karena itu, penguatan identitas budaya melalui Larvul Ngabal dipandang penting, tidak hanya untuk memperkokoh jati diri lokal, tetapi juga untuk mempertegas positioning Maluku Tenggara di tingkat nasional sebagai pusat kebudayaan kepulauan.
“Larvul Ngabal adalah sistem nilai yang hidup. Ia bukan sekadar simbol, melainkan pedoman yang membentuk karakter masyarakat Kei hingga hari ini,” ujar Thaher dalam kesempatan tersebut.
Dalam audiensi itu pula, Bupati menyampaikan harapan agar Kementerian Kebudayaan dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan promosi budaya Kei. Ia sekaligus mengundang Menteri Kebudayaan untuk menghadiri Festival Pesona Meti Kei yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Kabupaten Maluku Tenggara.
Festival Pesona Meti Kei merupakan agenda budaya tahunan yang berakar pada tradisi meti dimana fenomena surutnya air laut yang dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang interaksi sosial dan budaya.
Festival ini tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga wahana edukasi, promosi seni budaya, serta penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam merawat dan mengembangkan budaya daerah.
Ia menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam Festival Pesona Meti Kei sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pemajuan budaya Kei sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Kehadiran pemerintah pusat diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara daerah dan nasional dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, langkah ini dipandang sebagai afirmasi bahwa kebudayaan dari wilayah timur Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk wajah Indonesia yang majemuk dan berkeadaban.
Audiensi tersebut menandai babak baru dalam upaya menempatkan Larvul Ngabal pada posisi yang lebih luas di panggung nasional. Dari Tanah Kei, pesan itu bergema: bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan energi masa depan bangsa.








































Komentar via Facebook