Laut Kei Menanti Karya: Direktur Polikant Tantang Lulusan Jadi Penggerak Ekonomi Biru

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Laut Kei Menanti Karya: Direktur Polikant Tantang Lulusan Jadi Penggerak Ekonomi Biru

Laut Kei Menanti Karya: Direktur Polikant Tantang Lulusan Jadi Penggerak Ekonomi Biru

LANGGUR, Tribunnusantara-web.id — Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk membuktikan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Direktur pada Wisuda Politeknik Perikanan Negeri Tual Angkatan XXI Tahun 2026, di Langgur, Sabtu, 26 September 2026.

Usman menantang para lulusan untuk tidak berhenti sebagai pencari kerja. Mereka didorong menjadi talenta maritim yang adaptif, tangguh, berintegritas, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan bahari.

Menurutnya, Kepulauan Kei memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang besar. Kawasan ini berada dalam WPPNRI 714 Laut Seram, 715 Laut Banda, dan 718 Laut Arafura, dengan berbagai komoditas bernilai ekonomi seperti ikan pelagis dan demersal, teripang, rumput laut, tiram mutiara, lobster, dan udang.

Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi kesejahteraan masyarakat.

Keterbatasan alat tangkap, sarana budidaya, modal, jenis komoditas budidaya, serta kualitas sumber daya manusia nelayan, pembudidaya, dan pengolah hasil perikanan masih menjadi tantangan. Kondisi itu berdampak pada rendahnya pendapatan sektor perikanan dan kelautan serta kesejahteraan masyarakat.

Polikant Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Biru

Dalam konteks tersebut, keberadaan Polikant dinilai memiliki posisi strategis. Sejak cikal bakalnya sebagai Akademi Perikanan Larvul Ngabal Tual hingga menjadi perguruan tinggi negeri, institusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengubah potensi laut menjadi kekuatan ekonomi.

Penyerahan aset Akperlanga kepada Pemerintah Republik Indonesia pada 18 Agustus 2004 menjadi salah satu tonggak penting berdirinya Polikant. Para pendiri berharap lulusan mampu mengolah sumber daya perikanan menjadi produk ekonomi bernilai tambah, meningkatkan pendapatan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Direktur menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi harus terhubung dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, masyarakat pesisir, serta perkembangan teknologi maritim.

Empat Pilar Renstra Polikant

Menghadapi dinamika global, Polikant telah menetapkan Renstra 2025–2029 dengan empat sasaran utama, yakni talenta, inovasi, kontribusi kepada masyarakat, dan tata kelola berintegritas.

Pada bidang talenta, Polikant mengembangkan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan sertifikasi kompetensi industri.

Pada bidang inovasi, riset terapan diarahkan pada sektor perikanan dan kelautan, termasuk komoditas lokal seperti rumput laut, teripang, mangrove, dan teknologi pengolahan hasil perikanan.

Sementara kontribusi kepada masyarakat diarahkan melalui diseminasi teknologi tepat guna dan pendampingan UMKM pesisir. Sedangkan tata kelola diperkuat melalui komitmen terhadap akuntabilitas, integritas akademik, pencegahan korupsi, anti-narkoba, dan pencegahan kekerasan.

Lulusan Diminta Tidak Hanya Jadi Pencari Kerja

Usman secara khusus menitipkan tiga pesan kepada para wisudawan.

Pertama, menjadi talenta maritim yang adaptif dan tangguh serta tidak berhenti belajar.

Kedua, mengembangkan blue entrepreneurship dengan memanfaatkan potensi laut untuk membangun usaha bernilai tambah dan ramah lingkungan.

Ketiga, menjaga integritas, etika profesi, dan kehormatan almamater di mana pun mereka berkarya.

“Saudara adalah cermin dari Politeknik Perikanan Negeri Tual. Dedikasikan kepakaran Saudara untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan kemajuan bangsa,” pesan Usman kepada para lulusan.

Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

Selain menyiapkan lulusan, Polikant juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Kota Tual, perusahaan perikanan, BUMN, BUMD, perbankan, serta dunia usaha dan dunia industri.

Kolaborasi tersebut diarahkan antara lain melalui pembukaan kelas khusus dan beasiswa daerah, optimalisasi Teaching Factory sebagai pusat pelatihan masyarakat, serta pengembangan wirausaha muda sektor perikanan.

Menurut Direktur, Polikant tidak boleh menjadi sekadar “menara gading”, tetapi harus menjadi institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, pesan utama Wisuda Polikant XXI bukan sekadar tentang kelulusan. Momentum tersebut menjadi tantangan bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa ilmu perikanan dan kelautan yang diperoleh di kampus dapat diterjemahkan menjadi inovasi, lapangan kerja, dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Kepulauan Kei.

“Berlayarlah dengan gagah berani di samudra kehidupan. Kibarkan panji-panji kebanggaan almamater Politeknik Perikanan Negeri Tual!” pesan Direktur.

Editor: Bruce Elang