Lautan Oranje Kuasai Timika, Ribuan Fans Nederland Gelar Pawai Perdana Sambut Piala Dunia 2026: "Kami Bukan Lagi Tim Penghibur!"

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lautan Oranje Kuasai Timika, Ribuan Fans Nederland Gelar Pawai Perdana Sambut Piala Dunia 2026:

Lautan Oranje Kuasai Timika, Ribuan Fans Nederland Gelar Pawai Perdana Sambut Piala Dunia 2026: "Kami Bukan Lagi Tim Penghibur!"

TIMIKA, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id – Kota Timika berubah menjadi lautan warna oranye pada Kamis (11/6/2026) ketika ribuan pendukung Tim Nasional Belanda (Nederland) turun ke jalan menggelar pawai perdana menyambut perhelatan Piala Dunia 2026.

Euforia yang memadati sejumlah ruas jalan utama itu menjadi penanda bahwa kekuatan basis pendukung Nederland di Kabupaten Mimika tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dengan atribut serba oranye, para fans menunjukkan optimisme tinggi bahwa Belanda akan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Ketua Panitia, M. Guntur Fakaubun, S.H. atau yang akrab disapa Ayah Dede, menegaskan bahwa selama ini pendukung Nederland kerap menerima ejekan dan dianggap hanya mendukung "tim penghibur". Namun, menurutnya, sejarah justru mencatat Belanda sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia yang berkali-kali membuat tim besar tersingkir.

   "Selama ini kami sering disebut tim penghibur. Tetapi sejarah berbicara lain. Banyak tim bertabur bintang justru harus angkat koper setelah berhadapan dengan Belanda. Piala Dunia 2026 menjadi momentum bagi Nederland untuk membuktikan bahwa kami datang bukan sekadar meramaikan, tetapi untuk bersaing merebut gelar juara," tegas Ayah Dede.

Ia menilai rivalitas dalam sepak bola tidak boleh berubah menjadi permusuhan. Karena itu, seluruh komunitas pendukung berbagai negara di Mimika diminta menjadikan Piala Dunia sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan memecah kebersamaan.

   "Boleh berbeda tim, boleh berbeda warna kebanggaan, tetapi kita semua tetap saudara. Jangan karena sepak bola kita kehilangan rasa hormat dan persaudaraan sebagai sesama masyarakat Mimika," ujarnya.

Ayah Dede juga mengingatkan seluruh masyarakat agar menjaga keamanan dan tidak terjebak dalam fanatisme berlebihan yang dapat memicu gesekan antarsuporter.

   "Jangan ada rasa dengki dan permusuhan. Rivalitas cukup di lapangan, persaudaraan harus tetap hidup. Beda pendapat dan beda dukungan jangan pernah membuat kita berbeda sebagai saudara," katanya.

Tak hanya itu, panitia turut mengingatkan seluruh peserta pawai agar menunjukkan kedewasaan dalam berlalu lintas dan tidak menjadikan jalan raya sebagai arena adu kecepatan.

   "Pawai ini bukan ajang kebut-kebutan. Kami ingin menunjukkan bahwa fans sepak bola di Mimika adalah pendukung yang tertib, dewasa, dan cinta damai," pungkasnya.

Pawai perdana fans Nederland ini menjadi salah satu perayaan terbesar menjelang Piala Dunia 2026 di Mimika. Lautan Oranje yang membanjiri Kota Timika tak hanya memperlihatkan semangat mendukung Tim Nasional Belanda, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa rivalitas sepak bola tidak boleh mengalahkan persaudaraan dan kedamaian di Tanah Amungsa.

Editor : Bruce Elang