Lawan Bullying di Era AI, Bodewin Wattimena Launching Program 'Child Community Hero' di SD Kristen Nania

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 16 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lawan Bullying di Era AI, Bodewin Wattimena Launching Program 'Child Community Hero' di SD Kristen Nania

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa kemudahan sekaligus ancaman nyata bagi moral generasi muda.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Ambon bersama Yayasan Pohon Sagoe Maluku dan SD Kristen Nania resmi meluncurkan program Child Community Hero (CCH), Kamis (16/7/2026).

Program ini dirancang khusus untuk membentengi anak-anak dari bahaya perundungan (bullying) serta membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa anak-anak masa kini tidak boleh hanya dipacu untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga wajib matang secara emosional.

"Kita berada di era revolusi teknologi yang luar biasa. Jika anak-anak tidak dibekali karakter mental yang kuat, mereka sangat rentan terjerumus dampak negatif digitalisasi," ujar Bodewin dalam sambutannya.

Darurat Kekerasan Verbal di Lingkungan Terdekat

Dalam kesempatan tersebut, Bodewin menyoroti data nasional yang cukup mengkhawatirkan. Merujuk data kementerian terkait, sebanyak 62% anak usia sekolah masih menjadi korban kekerasan, termasuk kekerasan verbal.

Ironisnya, intimidasi ini kerap datang dari lingkaran terdekat anak, seperti rumah dan sekolah.

"Membanding-bandingkan kemampuan kakak dan adik di rumah, atau ucapan meremehkan dari guru di sekolah, adalah bentuk kekerasan verbal yang sering tidak kita sadari. Hal kecil ini menekan mental anak, membuat mereka putus asa, dan menghentikan tumbuh kembangnya," kritik Bodewin tajam.

-Bukan Sekadar Ekskul, CCH Jadi Laboratorium Karakter

Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Pohon Sagoe atas inisiasi program CCH. Bodewin menekankan bahwa CCH bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler formalitas.

Program ini memuat tiga pilar penting untuk anak:

-Ruang Pembelajaran Nyata: Mengajarkan anak belajar langsung dari pengalaman empati.

-Pembentukan Jiwa Kepemimpinan: Mengasah keberanian dan tanggung jawab sejak dini.

-Zonasi Aman Bebas Bullying: Menciptakan lingkungan sekolah yang saling peduli dan protektif.

Program serupa sebelumnya telah sukses diterapkan di beberapa sekolah, termasuk di daerah Laha, dan menunjukkan tren perubahan perilaku yang sangat positif pada siswa.

-Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Program CCH ini dinilai sejalan dengan misi pemerintah dalam menerapkan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan nilai keimanan, ketakwaan, gotong royong, dan kemandirian.

Bodewin optimistis, lewat kolaborasi nyata di SD Kristen Nania ini, Kota Ambon sedang mempersiapkan stok pemimpin masa depan yang berkualitas tinggi.

"Ini adalah potret generasi yang ingin kita lahirkan. Anak-anak yang tangguh, punya empati tinggi, dan siap menjadi penggerak menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

(H.R)