Lepas 25 Pemain ke Final Jawa Timur, Ketua PDIP Maluku Benhur Watubbun Tegaskan Rekrutmen Tim U-17 Murni Profesional Tanpa Unsur Politik
AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku resmi melepas keberangkatan Tim Sepak Bola U-17 Banteng Maluku Raya VC. Tim ini akan berlaga di babak final kompetisi nasional yang berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh optimisme ini digelar di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Karang Panjang, Kota Ambon, pada Kamis (6/8/2026).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubbun, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan tim ini jauh dari kepentingan politik praktis. PDI Perjuangan, lanjutnya, murni mengedepankan aspek profesionalisme demi melahirkan talenta muda berbakat."Pilihan ini bukan karena partai politik. Sertifikasi, kualifikasi, integritas, dan keprofesionalan adalah hal paling penting. PDI Perjuangan menjatuhkan pilihan semata-mata bukan karena unsur politik, tetapi unsur profesionalitas yang kami kedepankan," tegas Benhur di hadapan jajaran pengurus DPD, fungsionaris partai, dan awak media.
Benhur menjelaskan, proses seleksi berjalan sangat ketat dan alot berdasarkan zona wilayah, termasuk melibatkan talenta dari wilayah Buru hingga Tenggara Raya. Hasilnya, 25 pemain terbaik yang terpilih kini tidak hanya membawa nama Maluku, melainkan menyatukan kekuatan Maluku dan Maluku Utara di kancah nasional. Oleh karena itu, nama "Banteng Maluku Raya" dipilih sebagai simbol kebesaran dua wilayah kepulauan tersebut.
"Mewakili Maluku dan Maluku Utara itu tidak gampang. Maluku Utara pasti punya persiapan yang baik. Namun, melalui seleksi ketat, kalian kini melebur menjadi satu. Nama Maluku Raya adalah nama yang tidak mudah. Kalau kita menang, kita membawa nama besar dua provinsi sekaligus," ujarnya memotivasi para pemain.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada Manajer Tim Maluku Raya, Alhidayat Wajo, bersama tim pelatih, tim medis, dan manajemen official yang dinilai solid. Berdasarkan pengakuan pelatih yang telah lima kali membawa delegasi Maluku, manajemen Tim Banteng Maluku Raya VC kali ini merupakan yang terbaik berkat kerja sama lintas lini yang luar biasa.Benhur juga mengucapkan terima kasih kepada PAC PDI Perjuangan Baguala yang terlibat aktif mengawal para atlet selama masa pemusatan latihan di wilayah mereka.
Instruksi Sapu Rata: "Bagi Maluku, Tidak Ada Lawan yang Abadi!"Menghadapi tim-tim kuat dari kota besar di babak final nanti, Benhur membakar semangat para pemain dengan instruksi yang tajam dan optimistis. Ia meminta mentalitas petarung asal Maluku harus ditunjukkan di atas lapangan hijau.
"Saya ingin tegaskan, lawan kita seberat dan sekuat apa pun, kita harus memenangkan pertarungan! Kita lawan Jawa Barat, kita lawan Jawa Timur, kita lawan Kalimantan Barat. Tapi bagi Maluku, tidak ada lawan yang abadi, sapu rata!" serunya disambut gemuruh tepuk tangan.Ia juga meminta para pemain untuk disiplin total dan patuh pada instruksi tim official. "Dengarkan nasihat pelatih, tim medis, manajer, dan official dengan baik. Kami pengurus partai sudah menyerahkan seluruh tugas dan kewenangan kepada official di lapangan."
Dalam kesempatan tersebut, Benhur meluruskan pandangan publik mengenai peran partai politik. PDI Perjuangan tidak hanya sibuk mengurus kontestasi politik, tetapi juga fokus pada urusan kerakyatan, termasuk di dalamnya adalah pembinaan sepak bola. Program ini bertujuan mengintegrasikan talenta muda, keprofesionalan, karakter, dan semangat nasionalisme.Mengenang sejarah sepak bola daerah, Benhur menyebut bahwa Maluku kini telah berkembang menjadi gudang pesepak bola nasional. Jika dahulu talenta berpusat di Tulehu, kini bibit unggul telah menyebar merata di seluruh pelosok Maluku. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Raja Tulehu serta mengenang warisan berharga dari mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku terdahulu."Ada peninggalan emas yang ditinggalkan oleh almarhumah Jhon Mailoa, Ketua DPD PDI Perjuangan terdahulu. Beliau menginisiasi turnamen Tulehu Cup. Cikal bakal itulah yang kemudian dirumuskan secara nasional sesuai arahan Bung Karno: bagaimana membangun kekuatan pemuda dan membangkitkan rasa nasionalisme melalui talenta muda. Sepak bola adalah alat yang mempersatukan segala perbedaan kita," urainya.
Menutup sambutannya, Benhur menitipkan pesan mendalam kepada 25 pemain yang akan berangkat ke Jawa Timur untuk menjaga marwah daerah dan kehormatan tim di luar lapangan."Jaga martabat partai, jaga martabat pelatih dan official, serta yang paling utama, jaga martabat Maluku dan Maluku Utara. Ini adalah persembahan PDI Perjuangan untuk anak-anak Maluku dan Maluku Utara di bidang olahraga. Mari kita singsingkan lengan baju dan bersatu. Seberat apa pun lawan, kalau kita bersatu, saya percaya kita akan pulang membawa kemenangan," pungkasnya.Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, DPD PDI Perjuangan Maluku juga mengumumkan bahwa agenda pembinaan sepak bola kaki ini telah dirumuskan untuk menjadi agenda tahunan partai, demi menjamin keberlanjutan lahirnya talenta muda berkualitas dari Maluku.
(H.R)








































Komentar via Facebook