Live Streaming Dan Dana Ratusan Juta Siap Sukseskan Atraksi Pukul Sapu Lidi
Morela,Tribun-nusantara.web.id. Semarak persiapan tradisi budaya Pukul Sapu Lidi terus berjalan. Ketua Panitia Pelaksana, Serka Ujailin Latukau, memastikan acara tahun ini tetap mengusung standar kemegahan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, termasuk tetap menggelar siaran langsung (live streaming) agar keindahan ritual ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun luar daerah.
"Konsep kami tidak banyak berubah dari tahun kemarin. Salah satu prioritas kami adalah tetap menayangkannya secara langsung, agar pesan dan nilai budaya ini bisa menjangkau lebih jauh, tidak hanya bagi mereka yang hadir secara fisik," ungkap Ujailin saat ditemui di halaman rumah Raja Negeri Morela, Sabtu (28/03/2026).
Hingga saat ini, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. Mulai dari penyiapan hiburan seperti drumband dan terompet, hingga kelengkapan teknis lainnya dipersiapkan secara matang.
Dana Ratusan Juta dari Berbagai Sumber
Dari sisi pembiayaan, total anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan tetap berada di angka di atas Rp 200 juta. Angka ini dianggap wajar seiring dengan kebutuhan fasilitas dan skala acara yang tidak banyak berubah.
"Alhamdulillah, dukungan terus mengalir. Sumber dana kami himpun melalui proposal ke Pemprov maupun Pemkab, ditambah dengan dukungan besar dari keluarga besar Morella di perantauan serta sinergi yang baik dengan TNI dan Polri," jelasnya.
Harapan Masuk APBD Tetap
Menurut Ujailin, Pukul Sapu Lidi kini bukan sekadar ritual adat, melainkan telah menjadi event budaya berskala nasional. Oleh sebab itu, ia berharap adanya kepastian dukungan dana dari pemerintah.
"Besaran harapan kami cukup besar, yaitu agar kegiatan ini ke depannya tidak lagi mengandalkan proposal tahunan, melainkan bisa masuk menjadi anggaran rutin atau tetap dalam APBD. Mengingat potensinya yang sangat besar sebagai ikon wisata budaya," tegasnya.
Selain soal pendanaan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Masalah kemacetan dan keterbatasan lahan parkir diharapkan bisa mendapat perhatian khusus demi kenyamanan ribuan pengunjung dan tamu undangan yang hadir.
Simbol Persaudaraan Morela-Mamala
Di tengah kemeriahan acara, Ujailin menegaskan bahwa inti dari seluruh kegiatan ini adalah menjaga nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Momentum 7 Syawal ini adalah bukti nyata ikatan batin yang tak terpisahkan antara Negeri Morella dan Negeri Mamala.
"Morela dan Mamala itu satu darah, ibarat kakak beradik yang tidak bisa dipisahkan. Tradisi ini adalah cara kami merawat silaturahmi dan warisan leluhur agar tetap hidup selamanya," pungkasnya.
Ia pun berpesan agar generasi muda terus melestarikan nilai-nilai luhur ini, sehingga Pukul Sapu Lidi kelak bisa dikenal hingga ke kancah internasional.
(H.R)








































Komentar via Facebook