LMAT Turun Gunung, Akademisi dan Adat Satu Barisan: Tiga Tuntutan Blok Masela Menguat Jelang Aksi 6 Juli
LMAT Turun Gunung, Akademisi dan Adat Satu Barisan: Tiga Tuntutan Blok Masela Menguat Jelang Aksi 6 Juli
Tanimbar, Tribunnusantara.web.id – Gelombang desakan terhadap transparansi pengelolaan Blok Masela memasuki babak baru. Menjelang aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026, Lembaga Masyarakat Adat Tanimbar (LMAT) secara terbuka menyatakan dukungan kepada Forum Akademisi Tanimbar, sehingga isu yang sebelumnya banyak disuarakan kalangan akademisi kini juga mendapat dukungan dari unsur masyarakat adat.
Ketua LMAT, Danny Metatu, menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan dorongan agar pengelolaan sumber daya alam berlangsung secara terbuka, adil, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Tanimbar.02/07/2026
"Kami LMAT tidak anti-investasi. Kami anti-ketidakadilan. Nilai Duan Lolat mengajarkan kesetaraan dan saling menghormati. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui bagaimana pengelolaan sumber daya di tanahnya sendiri," tegas Danny Metatu.
Pernyataan tersebut memperkuat tiga tuntutan utama yang sebelumnya disampaikan Forum Akademisi Tanimbar, yakni keterbukaan dokumen Production Sharing Contract (PSC) dan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyusunan peta jalan agar masyarakat Tanimbar memperoleh kesempatan lebih besar dalam tenaga kerja inti, serta keterbukaan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejak tahap eksplorasi.
Masuknya LMAT dinilai memperluas dukungan terhadap aspirasi tersebut. Bila sebelumnya isu transparansi lebih banyak berkembang di lingkungan akademik, kini dukungan juga datang dari lembaga adat yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Tanimbar.
Salah seorang akademisi STTIMASS menilai kolaborasi antara akademisi dan masyarakat adat menunjukkan bahwa tuntutan yang disampaikan tidak lagi dipandang sebagai kepentingan kelompok tertentu.
"Yang disuarakan adalah harapan agar pengelolaan Blok Masela berjalan secara transparan dan memberi ruang yang adil bagi masyarakat Tanimbar," ujarnya.
Aksi penyampaian pendapat dijadwalkan berlangsung secara damai di Saumlaki dan Jakarta pada 6 Juli 2026. Panitia sebelumnya menyatakan aksi akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengedepankan penyampaian aspirasi secara tertib.
Hingga berita ini diterbitkan, INPEX Masela Ltd. maupun SKK Migas belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan Forum Akademisi Tanimbar dan dukungan yang diberikan LMAT.
Penulis: JCS
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook