Lomba Jukulele Kecamatan Nusaniwe: Tanamkan Musik Sejak Dini, Jaga Keberlanjutan "City of Music"

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 13 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lomba Jukulele Kecamatan Nusaniwe: Tanamkan Musik Sejak Dini, Jaga Keberlanjutan

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Suasana meriah dan penuh semangat menghiasi Khatolik Center, saat Lomba Jukulele dalam rangka Jukulele Festival Tingkat Kecamatan Nusaniwe berlangsung, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya melestarikan budaya musik sekaligus menjaga ekosistem Ambon sebagai Kota Musik Dunia / City of Music, yang ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus.

-Dimulai dari Anak-Anak, Itu Kunci Keberlanjutan "City of Music"

Ketua Dewan Juri Lomba, Ronny Loppies, memberikan apresiasi tinggi kepada TP-PKK Kecamatan Nusaniwe yang bekerja sama dengan AMO dan Pemerintah Kecamatan Nusaniwe atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Ini adalah bukti nyata adanya upaya menjaga ekosistem City of Music yang dimulai dari tingkat Kecamatan — dan hal itu sangat penting demi keberlanjutan," ujar Ronny.

Ia menegaskan, budaya musik akan terus terjaga apabila seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah hingga tingkat Kecamatan, senantiasa memperhatikan dan mewujudkan berbagai aktivitas bermusik.

"Lomba Jukulele ini tanpa sadar kita mulai dari anak-anak. Artinya, ada kesadaran menjaga konsistensi ekosistem musik dan budaya itu sendiri. Masa depan ada di tangan mereka. Karena itulah, menanamkan kecintaan bermusik sejak dini adalah langkah paling tepat agar budaya musik Ambon benar-benar berkelanjutan sebagai sebuah kota yang diakui dunia sebagai City of Music," tegasnya.

Ronny pun memuji semangat Camat beserta jajarannya yang menghadirkan kegiatan yang membuat anak-anak bergairah dan bersukacita dalam bermusik.

-Jukulele: Masuk dari Portugis, Sudah Mendarah Daging di Ambon

Ronny juga mengungkapkan, hasil terbaik dari lomba tingkat Kecamatan ini nantinya akan melaju ke ajang tingkat Kota Ambon yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026. Kecamatan Nusaniwe menjadi yang pertama melaksanakan, dan tinggal satu kecamatan lagi — Ambon Utara — yang belum menggelar ajang serupa.

"Nantinya di tingkat Kota, masing-masing Kecamatan akan mengirimkan tiga kandidat terbaik. Kami berharap mereka menunjukkan kualitas permainan yang luar biasa, terutama teknik bermain Jukulele. Alat musik ini memang masuk dari bangsa Portugis, namun saat ini sudah mendarah daging dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Ambon sebagai Kota Musik," jelasnya.

-Camat Nusaniwe: Harapan Kegiatan Ini Terus Berlanjut Setiap Tahun

Sementara itu, Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru, yang hadir didampingi Ketua TP-PKK Kecamatan Nusaniwe, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh PKK Kota hingga tingkat Kecamatan. Harapan saya, semoga ini terus berjalan dan mampu mengembangkan bakat-bakat musik anak-anak kita," ujar Quraisin.

Ia mengakui jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu, kemungkinan karena waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan masa masuk sekolah. Meski demikian, Camat mencatat peningkatan jumlah hadiah yang diberikan kepada para pemenang dibanding tahun sebelumnya, dan berharap tahun depan insentif semakin ditingkatkan.

-8 Grup Bertanding, Enam Juara Raih Hadiah

Sebanyak 8 grup anak-anak mengikuti ajang lomba Jukulele Kecamatan Nusaniwe tahun ini. Penghargaan dan hadiah diberikan kepada enam peraih juara terbaik, dari Juara 1 hingga Juara 6, sebagai bentuk dorongan agar terus berkarya dan mencintai budaya musik daerah.

(H.R)