Lurah Otomona Buka Suara, Bantah Tuduhan Gelapkan 3 Ton Beras: "Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta, Semua Ada Data dan Bukti.

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lurah Otomona Buka Suara, Bantah Tuduhan Gelapkan 3 Ton Beras:

Lurah Otomona Buka Suara, Bantah Tuduhan Gelapkan 3 Ton Beras: "Jangan Bangun Opini Tanpa Fakta, Semua Ada Data dan Bukti.

TIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id – Kepala Kelurahan Otomona, Faridah, S.E., M.Si, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut dirinya bersama staf diduga menggelapkan bantuan beras sebanyak 3 ton. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik apabila tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.18/07/2026

Faridah menjelaskan, seluruh proses penyaluran bantuan beras dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Pendataan penerima dilakukan melalui Ketua RT, kemudian setiap warga yang berhak menerima memperoleh kupon resmi. Saat pengambilan bantuan, warga diwajibkan menunjukkan KTP dan kupon sebagai bentuk verifikasi agar bantuan tepat sasaran.

  "Saya membantah dengan tegas tuduhan bahwa saya bersama staf menggelapkan beras. Semua penyaluran dilakukan berdasarkan data penerima, kupon yang dibagikan melalui RT, serta verifikasi KTP saat pengambilan," tegas Faridah.

Ia memaparkan, dari total 1.806 karung beras yang diterima Kelurahan Otomona, hingga saat ini baru sekitar 1.050 kupon yang telah diterbitkan dan disalurkan kepada warga. Artinya, masih terdapat sekitar 756 karung beras yang memang belum masuk tahap distribusi karena penyaluran dilakukan secara bertahap, bukan karena hilang atau disalahgunakan.

Menurut Faridah, warga yang telah menerima bantuan pada tahap pertama tidak akan lagi memperoleh bantuan pada tahap berikutnya. Kuota selanjutnya akan dialihkan kepada warga lain yang telah terdata namun belum menerima bantuan.

"Distribusi dilakukan secara bertahap agar seluruh warga yang berhak memperoleh kesempatan yang sama. Nama penerima yang sudah mendapatkan bantuan tidak akan diulang," jelasnya.

Faridah juga mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Kepala Kelurahan Otomona, tidak pernah ada laporan ataupun keberatan yang disampaikan langsung oleh masyarakat terkait proses penyaluran bantuan beras.

Karena itu, ia menduga tudingan yang beredar muncul akibat informasi yang tidak utuh atau disebarkan oleh pihak-pihak tertentu tanpa memahami proses distribusi yang sedang berjalan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan mengedepankan klarifikasi sebelum menarik kesimpulan.

  "Kalau ada informasi yang berkaitan dengan Kelurahan Otomona, jangan langsung percaya. Datanglah ke kantor kelurahan untuk memperoleh penjelasan yang benar sehingga tidak terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

Faridah menegaskan, Pemerintah Kelurahan Otomona tetap berkomitmen menjalankan penyaluran bantuan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai data penerima yang telah diverifikasi.

Penulis : Gunawan F

Editor    : Bruce Elang