Mahasiswa dan Ojol Kepung DPRD Ketapang, Sampaikan 10 Tuntutan
Ketapang, TribunNusantara.web.id | Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ratusan mahasiswa, pengemudi ojek online, dan warga Kabupaten Ketapang yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, Jalan Jenderal Sudirman No. 17, Kelurahan Mulia Baru, Senin (1/9/2025).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.54 WIB itu berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI. Massa bertahan hingga sore hari, menunggu pihak DPRD menerima dan menanggapi aspirasi mereka.
Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, akhirnya hadir langsung menemui massa didampingi sejumlah anggota dewan, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, SH., SIK., MIK., serta personel TNI dari Batalyon 1203. Pada pukul 15.43 WIB, sepuluh tuntutan mahasiswa dibacakan di hadapan publik.
“Ini adalah hasil jerih payah mahasiswa yang menyuarakan keresahan rakyat. Kami mendengarkan dan akan menindaklanjutinya,” kata Achmad Sholeh.
Kapolres Muhammad Harris dalam kesempatan itu mengimbau massa untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi isu-isu liar.
“Mari kita ciptakan Ketapang yang aman dan damai, tidak terpecah belah oleh adu domba, serta bijak dalam menerima informasi,” ujarnya.
Dalam sepuluh tuntutan yang diajukan, empat di antaranya menyangkut isu nasional, sementara tiga terkait persoalan lokal.
Salah satunya adalah desakan agar pemerintah memperjelas status perusahaan tambang agar masyarakat dapat bekerja dengan tenang. Selain itu, isu narkotika juga mendapat sorotan serius dari mahasiswa.
Aksi berakhir tertib menjelang sore. Massa membubarkan diri setelah memastikan suara mereka telah dicatat oleh wakil rakyat.
“Selama aspirasi rakyat benar-benar didengar, kami akan terus mengawal jalannya pemerintahan,” kata seorang mahasiswa usai aksi.
Writter : Agustami








































Komentar via Facebook