Mahasiswa KKN UGM dan Unpatti Diminta Menyatu dengan Masyarakat Kei, Keselamatan Jadi Prioritas

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mahasiswa KKN UGM dan Unpatti Diminta Menyatu dengan Masyarakat Kei, Keselamatan Jadi Prioritas

Mahasiswa KKN UGM dan Unpatti Diminta Menyatu dengan Masyarakat Kei, Keselamatan Jadi Prioritas

Langgur Tribunnusantara-web.id  – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara secara resmi menerima Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Tahun 2026 dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa (23/6/2026).

Penerimaan tim KKN tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis pemberdayaan serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, yang membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian di berbagai wilayah Maluku Tenggara.

Menurut Bupati, kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta semangat pengabdian bagi kemajuan masyarakat.

“Keberadaan adik-adik mahasiswa di Maluku Tenggara diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa itu sendiri,” ujar Wabup saat membacakan sambutan Bupati.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama selama pelaksanaan KKN. Ia mengingatkan mahasiswa agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan perairan Maluku Tenggara yang saat ini dipengaruhi gelombang tinggi dan arus laut yang cukup kuat.

Mahasiswa diminta menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan, terutama di wilayah pesisir dan laut, tanpa pendampingan maupun pertimbangan keamanan yang matang.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Selain menjaga keselamatan, mahasiswa juga didorong untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa atau ohoi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat setempat. Hubungan yang harmonis dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program KKN.

Bupati juga mengajak mahasiswa untuk mengenal lebih dekat budaya dan adat istiadat masyarakat Kei sebagai bagian dari proses pembelajaran selama berada di daerah tersebut.

“Berbaurlah dengan masyarakat, ikuti aktivitas mereka, dan pelajari nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dari situlah akan lahir pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa KKN bukan hanya tentang memberikan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman hidup masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan membentuk karakter, memperkuat kepekaan sosial, serta memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program KKN, Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara agar aktif berkoordinasi dan memberikan dukungan kepada para mahasiswa.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, kehadiran Tim KKN-PPM UGM dan Unpatti Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, serta menjadikan masa KKN sebagai pengalaman berharga yang akan dikenang sepanjang hayat.

Editor : Bruce ElangAlternatif