Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Gerak Pembacaan Situasi Kabupaten Paniai Aspirasi dan Strategi
PANIAI,Tribun-nusantara.web.id. Kabupaten Paniai merupakan kabupaten yang sudah ada sejak zaman belanda pada masuk 1930an dan merupakan pusat administratif pemerintah Belanda dengan nama Wissel Merren Minggu, 7/12/25 berdiskusi di Luring Apss Sum online ditempat
Paniai merupakan kabupaten pertama yang mendapat sentuhan pertama masuknya Pemerintah Indonesia dengan cara agresi militer sejak tahun 1960an.
Di era sekarang Permasalah-permasalahan di paniai sangat banyak dengan adanya sumber daya yang melimpah, transmigrasi orang dari luar papua dan pengiriman militer yang menggangu psikologi masyarakat setempat.
Dengan bertambahnya Provinsi di Papua banyak Permasalah yang sekarang yang terjadi di Paniai yang polemik di masyarakat banyak seperti Masuknya tambang ilegal dan legal, Pemekaran DOB di kabupaten Paniai.
Penambahan militer organik dan non organik di beberapa distrik & kampung. Mahasiswa Paniai Se-Indonesia membuat diskusi publik Via Zoom pada pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 dengan mengundang narasumber kaka Pigai Wegobi M dan di moderator oleh kawan Paulo Mote.
Dalam diskusi tersebut narasumber menjelaskan secara detail permasalah yang terjadi di Paniai mengenai situasi yang terjadi di Paniai beberapa permasalahan yang dibahas adalah terkait penambahan DOB di kabupaten Paniai seperti Kabupaten Paniai Barat.
Kabupaten Paniai timur dan Kabupaten Delema Jaya, Pengiriman militer di wilayah Ekadide, Agadide, Obano, Bibida, Tage biru, deyai miyo dan beberapa tempat lainnya, Penambahan perusahaan tambang yang masuk di wilayah Bayabiru, Paniai barat, daerah degeuwo, siriwo dan beberapa tempat lainya.
Menurut penjelasan kaka Pigai Wegobi M Beberapa dampak besar yang akan terjadi jika perusahaan tambang, pemekaran DOB baru di kabupaten Paniai, Pengiriman militer organik dan non organik secara masif masuk ke Kabupaten Paniai Yaitu:
1. Transmigrasi dari luar Papua akan masuk ke wilayah DOB baru
2. Hilangnya keaneka ragam hayati & non hayati
3. Trauma psikolgi masyarakat akan bertambah dengan masuknya militer.
4. Militer akan membuat Posko-posko dengan memakai puskemas dan sekolah
5. Danau Paniai akan Tercemar
6. Kerusakan lingkungan dengan skala besar
Permasalahan tersebut dapat di atasi dengan membuat lembaga survey, buat petisi, dan demonstrasi di kantor DPRK kabupaten Paniai
Oleh karena Mahasiswa Paniai Se-Indonesia membuat pernyataan sikap dengan tegas kepada Pemerintah kabupaten Paniai dan pemerintah pusat yaitu:
1. Tolak DOB baru di Kabupaten Paniai
2. Tolak Perusahaan Tambang Ilegal dan Legal di Kabupaten Paniai
3. Tolak Pengiriman Militer organik dan Non Organik di Kabupaten Paniai
4. Cabut IUP (Ijin Usaha Tambang) dan WIUPK ( Wilayah Ijin Pertambangan Khusus) di Kabupaten Paniai
5. Team Panitia Khusus DPRK Paniai harus membawa aspirasi mahasiswa dan masyarakat Paniai ke Lembanga negara terkait Yaitu:
• Kemendagri
• Kementrian ESDM
• Kementrian Pertahanan DPR /DPD RI, DPRPP dan DPRK 8 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua Tengah.
(Jeri.P Degei)








































Komentar via Facebook