Maluku Tenggara Gandeng Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis, Sasar Lansia dan Warga Kurang Mampu

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maluku Tenggara Gandeng Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis, Sasar Lansia dan Warga Kurang Mampu

Langgur, TribunNusantara.web.id | Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia akan menggelar bakti sosial operasi katarak gratis pada pertengahan April 2026. Program ini menyasar lansia dan warga kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Charlo s Viali Rahantoknam saat memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Operasi Katarak bersama perwakilan Kemensos melalui Sentra Meohai Kendari dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (23/2/2026).

“Tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi penglihatan lansia dan masyarakat kurang mampu sehingga meningkatkan kemandirian, produktivitas, serta kualitas hidup mereka,” ujar Rahantoknam.

Ia menegaskan, layanan ini tidak terbatas pada kelompok lanjut usia. Warga di bawah usia lansia yang membutuhkan tindakan medis juga dapat mengikuti program tersebut, sepanjang memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Prevalensi Tinggi di Wilayah Pesisir

Dalam arahannya, Rahantoknam mengungkapkan bahwa Maluku Tenggara secara historis memiliki angka penderita katarak yang cukup signifikan, terutama pada kelompok usia di atas 30 tahun. Berdasarkan referensi yang ia kutip, prevalensi katarak di daerah ini disebut mencapai 38,5 persen.

Faktor geografis disebut berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Paparan sinar ultraviolet yang tinggi, serta pantulan cahaya dari permukaan laut dan dataran rendah, dinilai meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada masyarakat pesisir.

“Ketika mata terganggu, masyarakat kesulitan bekerja dan mencari nafkah. Ini bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi,” kata dia.

Integrasi Layanan Sosial dan Medis

Program operasi katarak ini merupakan bagian dari pendekatan rehabilitasi sosial yang mengintegrasikan kepedulian sosial dengan layanan medis profesional. Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal, mulai dari pendataan hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

Rahantoknam meminta Dinas Kesehatan menyiapkan data akurat mengenai jumlah warga yang terdeteksi menderita katarak. Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan RSUD Pratama Elat diminta memaparkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan operasi.

Dinas Sosial juga diminta berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit agar sasaran penerima manfaat tepat dan pelayanan berjalan lancar.

“Tolong diseriusi, karena ini berkaitan dengan kemanusiaan,” ujar Rahantoknam menutup arahannya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Muhsin Rahajaan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Titus Betaubun, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun dr. Erni Mudhiati S., Sp.P, Direktur RSUD Pratama Elat dr. Mailiani Safitri Hatapayo, serta jajaran rumah sakit dan tim Sentra Meohai Kendari.

Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sosialisasi teknis oleh Kepala Sentra Meohai Kendari Muhammad Gunawan dan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Suratna bersama tim dan pendamping desa.

Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, operasi katarak gratis ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ia diposisikan sebagai intervensi strategis untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi yang berawal dari gangguan kesehatan—membuka kembali jendela penglihatan, sekaligus peluang hidup yang lebih layak.