MAMA-MAMA PAPUA MENGAMUK! BAN DIBAKAR, DISPERKIMTAN MIMIKA DITUDING “SEMBUNYI” DARI RAKYAT

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

MAMA-MAMA PAPUA MENGAMUK! BAN DIBAKAR, DISPERKIMTAN MIMIKA DITUDING “SEMBUNYI” DARI RAKYAT

MAMA-MAMA PAPUA MENGAMUK! BAN DIBAKAR, DISPERKIMTAN MIMIKA DITUDING “SEMBUNYI” DARI RAKYAT

TIMIKA, Papua Tengah, Tribunnusantara-web.id Kesabaran perempuan pengusaha asli Papua akhirnya meledak! Selasa pagi (12/5/2026), halaman depan Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Mimika berubah menjadi lautan amarah.                  

Ban dibakar. Asap hitam mengepul tinggi. Teriakan para mama Papua mengguncang kantor yang dituding lebih pandai menghindar daripada melayani rakyat.

Aksi panas itu dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap Kepala Dinas yang disebut terus “menghilang” setiap kali para pengusaha Papua datang meminta audiensi.

“Setiap kami datang, jawabannya selalu sama: kepala dinas keluar! Keluar terus kah? Atau memang sengaja lari dari rakyat?” teriak salah satu mama pengusaha dengan nada geram.

Bagi mereka, ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal penghinaan terhadap martabat Orang Asli Papua yang merasa dipinggirkan di tanah sendiri.

Dana Otsus Mengalir, Pengusaha Papua Disingkirkan?

Para perempuan pengusaha Papua menuding proyek-proyek perumahan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) hanya berputar pada kelompok tertentu, sementara pelaku usaha asli Papua dibiarkan jadi penonton.

Mereka mempertanyakan ke mana sebenarnya arah keberpihakan pemerintah daerah jika mama-mama Papua sendiri harus membakar ban hanya untuk didengar.

“Dana Otsus itu untuk rakyat Papua atau untuk kelompok tertentu? Kami pemilik negeri ini, tapi selalu diperlakukan seperti tamu!” bentak salah satu peserta aksi.

Tuduhan dugaan monopoli proyek pun kembali menyeruak. Nama Disperkimtan Mimika kini semakin disorot publik setelah sebelumnya isu distribusi proyek yang tidak transparan juga ramai dibicarakan di kalangan mahasiswa dan legislatif.

“Pejabat Jangan Sembunyi di Balik AC!”

Asap tebal yang membungkus kantor dinas menjadi simbol kemarahan rakyat kecil terhadap birokrasi yang dianggap tuli. Para demonstran bahkan menyebut sikap pimpinan dinas sebagai bentuk pelecehan terhadap aspirasi masyarakat Papua.

“Kalau berani duduk di kursi jabatan, harus berani hadapi rakyat! Jangan sembunyi di balik ruangan ber-AC sementara mama-mama Papua dipermainkan di luar pagar kantor!” teriak orator aksi disambut sorakan massa.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba memaksa masuk untuk bertemu langsung dengan pimpinan dinas. Aparat keamanan yang berjaga langsung membentuk barikade guna mencegah kericuhan lebih besar.

Mimika Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Peristiwa ini menjadi sinyal keras bahwa kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi daerah mulai runtuh. Ketika mama-mama Papua yang selama ini dikenal sabar dan tenang turun ke jalan sambil membakar ban, publik menilai ada persoalan serius yang tidak lagi bisa ditutup-tutupi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun penjelasan resmi dari pihak Disperkimtan Mimika terkait tuntutan para pengusaha perempuan Papua maupun keberadaan Kepala Dinas yang dipersoalkan massa.

Sementara itu, bara ban yang masih menyala di depan kantor seolah menjadi pesan bahwa amarah rakyat Papua belum padam.

By DIANU OMALENG

(*****)