Mantan Dandim 1503/Tual Pimpin Upacara Praspa 2026 di Istana Merdeka, Mario Kristian Noya Catatkan Kiprah Nasional
Mantan Dandim 1503/Tual Pimpin Upacara Praspa 2026 di Istana Merdeka, Mario Kristian Noya Catatkan Kiprah Nasional
Jakarta Tribunnusantara-web.id – Kepercayaan besar kembali diberikan kepada putra terbaik TNI Angkatan Darat, Kolonel Infanteri Mario Kristian Noya, yang dipercaya menjadi Komandan Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Kepolisian Republik Indonesia Tahun 2026 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, tersebut menjadi momentum bersejarah dengan dilantiknya 1.177 Perwira Remaja (Paja) TNI dan Polri sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.
Bagi masyarakat Kota Tual dan Kepulauan Kei, penunjukan Kolonel Inf Mario Kristian Noya sebagai Komandan Upacara menjadi kebanggaan tersendiri. Perwira lulusan Akademi Militer Tahun 2001 yang kini menjabat Komandan Resimen Taruna Akademi Militer itu pernah mengemban amanah sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1503/Tual pada periode 2020–2021.
Kepercayaan memimpin salah satu upacara militer paling bergengsi di Indonesia tersebut dinilai menjadi bukti atas rekam jejak, dedikasi, dan profesionalisme Kolonel Inf Mario Kristian Noya selama mengabdi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Selama bertugas di Kota Tual, Mario Kristian Noya dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, komunikatif, dan mampu membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Salim dan Alan, dua warga yang mengikuti kiprah pengabdiannya di Kepulauan Kei, menilai kepemimpinan Kolonel Mario meninggalkan kesan positif.
"Beliau merupakan sosok pemimpin yang disiplin, komunikatif, responsif terhadap setiap perkembangan situasi, serta cepat mengambil keputusan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah," ujar Salim.
Menurut mereka, pendekatan humanis yang diterapkan Kolonel Mario mampu mempererat hubungan antara TNI dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai komponen lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dalam Upacara Praspa 2026, Presiden Prabowo melantik sebanyak 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) yang resmi menyandang pangkat perwira setelah menyelesaikan pendidikan.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Kepala Staf Angkatan, Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Herindra, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, serta pejabat tinggi TNI-Polri.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pangkat perwira bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar dari negara dan rakyat Indonesia.
Presiden mengingatkan para perwira muda agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Tribrata, dan Catur Prasetya, serta terus meningkatkan kapasitas diri menghadapi tantangan keamanan modern, mulai dari perang siber, perang informasi, kejahatan lintas negara, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga soliditas TNI-Polri, menjunjung tinggi integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pembela rakyat.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyerahkan penghargaan Adhi Makayasa 2026 kepada lulusan terbaik masing-masing akademi, yaitu Letda Inf Calvin Tidar Sakti (Akmil), Letda Laut (P) Muhammad Rizki Wira Utama Baihaqi Putra (AAL), Letda Pnb Muhammad Farel Lazuardi (AAU), dan Ipda Harindra Arsando Tegar Baja (Akpol).
Bagi masyarakat Kota Tual dan Kepulauan Kei, tampilnya Kolonel Inf Mario Kristian Noya sebagai Komandan Upacara di Istana Merdeka bukan sekadar kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengabdian seorang prajurit di wilayah timur Indonesia dapat mengantarkannya mengemban tugas strategis di panggung nasional.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook