Mantan Korda KNPI Maluku Tenggara Soroti Musda: Jangan Kotori Demokrasi Pemuda dengan Politik Uang

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 16 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mantan Korda KNPI Maluku Tenggara Soroti Musda: Jangan Kotori Demokrasi Pemuda dengan Politik Uang

Mantan Korda KNPI Maluku Tenggara Soroti Musda: Jangan Kotori Demokrasi Pemuda dengan Politik Uang

Langgur Tribunnusantara-web.id  – Mantan Koordinator Daerah (Korda) KNPI Maluku Tenggara, Ruslani Rahayaan, menyoroti pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Maluku Tenggara masa jabatan 2026–2029. Ia memberikan apresiasi kepada kepengurusan DPD KNPI Maluku Tenggara di bawah kepemimpinan Pablo Refra yang telah menyelenggarakan pembukaan Musda secara resmi bersama Pemerintah Daerah, Selasa (16/06/2026).

Meski demikian, Ruslani menegaskan bahwa keberhasilan sebuah Musda tidak hanya diukur dari kemeriahan acara pembukaan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana seluruh tahapan proses berjalan dengan jujur, adil, demokratis, transparan, dan bermartabat.

Ia mengingatkan seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) agar diberikan kebebasan penuh dalam menentukan sikap dan pilihan tanpa adanya intervensi maupun tekanan dari pihak manapun.

“Musda harus menjadi ruang demokrasi yang sehat. Setiap OKP memiliki hak untuk menentukan pilihan berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan, apalagi karena adanya praktik jual beli rekomendasi. Kita mendengar berbagai isu dan rumor terkait dugaan belanja rekomendasi. Jika hal tersebut benar terjadi, maka itu merupakan kemunduran besar bagi marwah perjuangan pemuda,” tegas Ruslani.

Menurutnya, KNPI sebagai rumah besar pemuda harus tetap menjaga idealisme dan integritas organisasi. Pemuda tidak boleh membiarkan kepentingan pragmatis serta kekuatan finansial menjadi alat untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi.

Ruslani menekankan bahwa Musda seharusnya menjadi arena adu gagasan, pertarungan visi, serta kompetisi program kerja untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki kapasitas dan komitmen terhadap pembangunan daerah, bukan menjadi ruang transaksi kepentingan.

Ia juga mengajak seluruh peserta Musda dan seluruh elemen pemuda untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses berlangsung.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi. Kita boleh berdebat, menyampaikan kritik, dan mempertahankan argumentasi, tetapi jangan sampai terjadi konflik fisik. Pemuda harus menunjukkan kedewasaan dengan mengedepankan pikiran, gagasan, dan etika dalam berorganisasi,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ruslani berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KNPI Maluku Tenggara harus mampu menjadi figur pemersatu seluruh elemen kepemudaan serta menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mendorong pembangunan Maluku Tenggara.

“Ketua KNPI terpilih bukan milik kelompok tertentu, bukan milik gerbong politik tertentu, tetapi milik seluruh pemuda Maluku Tenggara. KNPI harus tetap menjadi rumah besar yang merangkul semua organisasi dan seluruh generasi muda tanpa sekat kepentingan,” tutupnya.

Pelaksanaan Musda KNPI Maluku Tenggara diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan pemuda yang berintegritas, berani membawa perubahan, serta mampu menjaga marwah organisasi sebagai wadah perjuangan generasi muda.

Editor: Bruce Elang