Mario Bantah Tudingan Biaya Transportasi RP 200,000 Untuk Para Pandemo

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mario Bantah Tudingan  Biaya Transportasi RP 200,000 Untuk Para Pandemo

Jakarta  Tribun-nusantara-web.id Sekelompok orang yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar  menggelar aksi demontrasi di depan  Kantor Inpex Jakarta Senin (3/11/2025)

Salah satu dari para Pandemo Mario sangat membatah keras tudingan yang di sampaikan oleh satu media online bahwa dirinya mengeluarkan pernyataan bahwa para aksi demo hari ini mendapatkan biaya transportasi sebesar Rp 200,000 yang akan di bayar oleh rekan mereka bernama Simon Batmomolin, itu tidak benar.

Menurut Mario, mereka sengaja merekayasa untuk merusak hubungan keakraban kita selama ini di kota jakarta.

Faktanya setelah di telusuri pemberitaan tersebut, ternyata ada oknum yang sengaja membangun profokasi keadaan yaitu Doljer Unawekla. Mungkin ada unsur kepentingan politik ataukah kelompok sehingga sengaja merusak kebersamaan kami selama ini, ujar Mario.

Ia mengakui bahwa, hari ini kami melakukan demonstrasi di depan kantor inpex bukan menolak.

Karena kami dari Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar inginkan adalah usut tuntas indikasi Skandal inpex Masela.

Ini 8 poin tuntutan Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar

1.wajib menghormati dan menghargai masyarakat adat Tanimbar.

2.harus memberi ganti rugi lahan dengan harga yang adil sesuai aspirasi masyarakat Tanimbar.

3.komitmen terhadap penyerap tenaga kerja lokal (Maluku dan Tanimbar) dalam fase konstruksi dan operasi Blok Masala.

4.transparan, profesional dan berpihak pada rapat Tanimbar dalam pelaksanaan CSR.

5.menolak keras cawe-cawe dan kongkalikong antara  Inpes dengan oknum Pemda  KKT terkait  pengaturan kontraktor dan sub Kontraktor

6.Inpex copot Puri Winari selaku senior manager Comunication and Relation Inpex Masela karena telah menciptakan kegaduhan dan disharmoni ditengah masyarakat Tanimbar.

7.mendesak adanya partisipasi dan perlibatan pengusaha lokal dan UMKM di Blok Masela.

8.mendesak adanya perwakilan SDM lokal Tanimbar untuk duduk mengisi jabatan posisi strategis Blok Masela.

Jadi semua isu tentang biaya transportasi sebesar Rp 200,000 itu bohong alias hoax, yang jelasnya kami berjuang demi masyarakat Tanimbar bukan kelompok atau perorangan.

Jadi di harapkan agar kita jangan terprovokasi dengan isu siluman ini, karena dengan adanya isu hoax ini sehingga masa aksi kembali mencari dan mengejar Doljer Unawekla sebagai biang keladi.

Sementara korlap Simon Batmomolin mengaku tidak tau menahu dengan isu murahan ini. Menurut Batmamolin ia bersama dengan rekan rekan aksi murni atas perjuangan ini hingga selesai dapat berjalan aman dan lancar.

Mario juga berharap agar masyarakat Tanimbar di mana saja berada jangan terpancing dan mudah percaya dengan isu hoax yang di bangun oleh Doljer Unawekla. Mungkin ada kepentingan lain sehingga sengaja mau merusak langkah kami hari ini, pungkas Mario.

(Elang Kei)