Maryam Soroti Kondisi SMKN 1 Dendang: Kekurangan Guru, Komputer Minim, dan Fasilitas Praktik Retak Sejak 2013

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maryam Soroti Kondisi SMKN 1 Dendang: Kekurangan Guru, Komputer Minim, dan Fasilitas Praktik Retak Sejak 2013

Belitung Timur, TribunNusantara-web.id — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, S.H., M.H., menyoroti sejumlah persoalan mendesak yang dihadapi SMK Negeri 1 Dendang, Kabupaten Belitung Timur. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja dan berdialog langsung dengan pihak sekolah pada Jumat (10/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Maryam menemukan masih banyak persoalan mendasar yang perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas Pendidikan. Salah satu yang paling mendesak adalah kekurangan fasilitas komputer untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.

“Kami temukan ada hal yang sangat urgen, salah satunya kekurangan komputer. Ini penting karena menjadi sarana utama pembelajaran anak-anak SMK,” ujar Maryam.

Selain sarana teknologi yang terbatas, Maryam juga menyoroti kendala kemitraan dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Ia mengungkapkan, para siswa SMKN 1 Dendang harus pergi keluar daerah, bahkan hingga ke Pulau Belitung, hanya untuk mendapatkan tempat praktik. Kondisi ini, kata dia, tentu menambah beban biaya transportasi dan akomodasi bagi para siswa dan orang tua mereka.

“Anak-anak di sini harus keluar dari Belitung Timur untuk PKL ke Belitung. Biayanya cukup besar, sementara mitra perusahaan di sekitar sekolah masih sangat terbatas,” tuturnya.

Tak hanya itu, politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik, terutama untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Seni Budaya, dan PPKn. Menurut Maryam, sebagian besar guru di sekolah tersebut masih berstatus honorer, sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran.

“Guru agama, seni budaya, dan PPKn tidak ada di sini. Sebagian besar guru yang ada pun masih berstatus honor,” tegasnya.

Persoalan lain yang tak kalah penting, lanjut Maryam, adalah kondisi ruang praktik perikanan air tawar yang sudah mulai mengalami kerusakan sejak sekolah berdiri pada tahun 2013. Ia menilai fasilitas praktik yang menjadi kebanggaan jurusan perikanan itu kini perlu segera diremajakan.

“Bangunan tempat praktik perikanan air tawar sudah mulai retak. Ini harus segera direhabilitasi agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Maryam berharap seluruh permasalahan yang disampaikan pihak sekolah dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan. Ia juga menyayangkan ketidakhadiran pejabat pembina provinsi dalam kunjungan tersebut.

“Kami sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah. Sayangnya, pejabat pembina yang ditugaskan untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur tidak hadir. Padahal, persoalan yang dihadapi sekolah ini sudah berlangsung sejak 2017,” pungkasnya.