Material Terus Mengalir, TMMD Ke-127 Kodim Tual Pacu Pembangunan Rumah Layak di Pulau-Pulau Aru
Tual, TribunNusantara.web.id | Deru perahu pengangkut material menjadi penanda kesibukan di sejumlah sudut Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Selasa, 17 Februari 2026. Kayu, semen, dan berbagai kebutuhan bangunan diturunkan satu per satu, lalu dipanggul bersama oleh prajurit dan warga menuju titik-titik sasaran. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 1503/Tual itu bergerak dalam ritme gotong royong yang nyaris tanpa jeda.
Di belakang Kantor Bupati Kepulauan Aru, kerangka rumah mulai berdiri. Tanah yang sebelumnya hanya ditandai patok kini sudah digali, menampakkan pondasi yang siap menopang bangunan baru. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Yakop Sahuleka menjadi salah satu sasaran prioritas. Di lokasi itu, suara palu bersahutan, berpadu dengan canda ringan warga yang ikut membantu.
Pekerjaan di titik tersebut dipimpin Serka Bonefasius Borlak, kepala tukang yang sekaligus anggota Satgas TMMD. Ia memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, dari penggalian pondasi hingga pemasangan rangka atap.
“Material datang terus, jadi pekerjaan bisa dipercepat. Kami dan warga saling bantu supaya rumah ini segera bisa ditempati,” ujarnya di sela-sela pekerjaan.
Bukan hanya satu rumah yang dikebut. Sasaran RTLH nomor 1, 2, dan 8 kini memasuki tahap pemasangan boplang dan penguatan pondasi. Di titik lain, tim juga mulai menyiapkan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Bagi masyarakat setempat, TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Program ini menjadi ruang pertemuan antara prajurit dan warga dalam kerja nyata yang hasilnya bisa langsung dirasakan. Di setiap tumpukan pasir dan potongan kayu, tampak wajah-wajah yang bekerja tanpa sekat: seragam loreng berdampingan dengan pakaian kerja seadanya milik penduduk.
Komandan lapangan menyebut suplai material yang stabil menjadi kunci percepatan pekerjaan. Dengan alur logistik yang terjaga, target penyelesaian seluruh sasaran fisik diyakini dapat tercapai tepat waktu.
Di Pulau-Pulau Aru, TMMD ke-127 bukan sekadar program tahunan. Ia menjelma menjadi cerita tentang rumah yang kembali berdiri, sumur yang segera mengalirkan air, dan semangat gotong royong yang terus hidup di antara masyarakat dan prajurit. Sebuah kerja sunyi, tetapi berdampak nyata bagi kehidupan warga.








































Komentar via Facebook