MATRA Jepara Gelar Lomba Macapat, Rawat Budaya Nusantara
MATRA Jepara Gelar Lomba Macapat, Rawat Budaya Nusantara
JEPARA Tribunnusantara-web.id — Upaya menjaga warisan budaya Nusantara terus dilakukan DPD Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Jepara. Bersama LPK Vera Amora, MATRA menggelar lomba tembang Macapat dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pizza Hut, Jalan Pemuda, Kabupaten Jepara, tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni, tradisi, adat-istiadat, dan kebudayaan Jawa yang merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.
Ketua DPD MATRA Kabupaten Jepara, Kartini, menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari generasi muda. Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi, budaya lokal membutuhkan ruang untuk terus dikenalkan, dipelajari, dan diwariskan.
Macapat, Warisan yang Sarat Makna
Macapat bukan sekadar tembang tradisional. Setiap jenis tembang memiliki filosofi yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan manusia.
Rangkaian tembang seperti Maskumambang, Mijil, Sinom, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Kinanthi, Durma, Pangkur, Megatruh, hingga Pocung mengandung nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, lomba Macapat dinilai menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan filosofi tersebut kepada anak-anak dan generasi muda.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Para peserta telah hadir mulai sekitar pukul 09.00 WIB dan mengikuti perlombaan hingga selesai.
Dalam perlombaan tersebut, Juara I diraih Arina Dwi Ariyanto, 11 tahun. Juara II diraih Shankara Afandi Putra, 6 tahun, warga Desa Kedungcino, RT 13/RW 05. Sementara Juara III diraih Lingga.
JANGAN BIARKAN BUDAYA HILANG DITELAN ZAMAN
Kartini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya LPK Vera Amora, pihak Pizza Hut, KRT Hendro Suryo Kartiko selaku Pembina MATRA sekaligus pemilik Yayasan Marga Langit, Kanjeng Ngabai Surono dari Yayasan Jayaningrat, Kanjeng Sriyanto, jajaran pengurus dan anggota MATRA Kabupaten Jepara, serta seluruh peserta.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya menjadikan pelestarian budaya sebagai slogan, tetapi menjadikannya gerakan bersama.
“Mari kita menjaga, merawat, dan mengedukasi generasi muda untuk mencintai budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa. Jangan sampai warisan leluhur kita hilang atau punah karena tidak lagi dikenalkan kepada anak cucu,” ujar Kartini.
Menurutnya, mengenal kembali akar budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru, kesadaran terhadap identitas budaya dapat menjadi fondasi agar generasi muda memiliki karakter dan tidak mudah kehilangan jati diri di tengah perubahan global.
Kegiatan lomba Macapat tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenang masa lalu. Budaya harus dihidupkan, dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penulis: Hani K
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook