MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID AL-AZHAR MIMIKA: DKM SIAPKAN 800 BINGKISAN, PERKUAT SILATURAHMI DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN JAMAAH

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI MASJID AL-AZHAR MIMIKA: DKM SIAPKAN 800 BINGKISAN, PERKUAT SILATURAHMI DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN JAMAAH

Tribun-nusantara.web.id  MIMIKA, PAPUA TENGAH — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Azhar Mimika kembali mempersiapkan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan Maulid Nabi tahun ini kembali melibatkan kepanitiaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan di Masjid Al-Azhar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dukungan dari jamaah, para donatur, serta sejumlah pengusaha dan sponsor di sekitar Masjid Al-Azhar menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Wakil Ketua DKM Al-Azhar Mimika, dr. H. M. Bustaman, mengatakan persiapan kegiatan mulai dilakukan sejak hari ini dengan mengacu pada pola pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, dana kegiatan umumnya dihimpun melalui daftar donatur dari jamaah Masjid Al-Azhar serta dukungan sponsorship dari para pengusaha di sekitar lingkungan masjid.

-HADIRKAN ULAMA DARI MIMIKA

Untuk memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi, panitia menghadirkan Ustadz KM. H. Syahriadi Al-Bugisyi, S.HI., M.A. sebagai penceramah.

Kehadiran ulama tersebut diharapkan dapat memberikan hikmah dan pesan keagamaan kepada jamaah, khususnya mengenai keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun persaudaraan, kepedulian sosial, akhlak, serta kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya, Maulid Nabi ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi kita semua untuk mengambil hikmah dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW,” demikian semangat yang disampaikan dalam persiapan kegiatan tersebut.

-800 BINGKISAN DISIAPKAN UNTUK JAMAAH

Salah satu tradisi yang selalu dinantikan jamaah dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Azhar adalah pembagian bingkisan.

Tahun ini, panitia menyiapkan sekitar 800 bingkisan untuk jamaah. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut masih berpotensi belum mencukupi karena antusiasme jamaah yang cukup tinggi.

Tidak sedikit jamaah yang bahkan membawa sendiri wadah atau ember untuk menerima bingkisan. Jumlah wadah yang dibawa jamaah disebut dapat mencapai sekitar 900 ember, sehingga kebutuhan bingkisan pada pelaksanaan berikutnya diperkirakan masih perlu ditingkatkan.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Masjid Al-Azhar Mimika.

-DKM DORONG PEMBAGIAN LEBIH TERTIB

Selain meningkatkan jumlah bingkisan, DKM juga menaruh perhatian terhadap sistem pembagian agar lebih tertib dan merata.

Pengaturan yang lebih baik dinilai penting agar seluruh jamaah yang hadir dapat memperoleh bagian secara adil serta menghindari terjadinya penumpukan atau kekurangan saat pembagian.

DKM berharap pelaksanaan Maulid Nabi pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas semakin meriah, tertib, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah serta masyarakat Mimika.

“Semoga tahun depan pelaksanaannya bisa lebih meriah, persiapannya lebih matang, jumlah bingkisan bisa lebih banyak, dan pembagiannya juga lebih rapi sehingga semua jamaah dapat merasakan kebersamaan,” menjadi harapan dalam penyelenggaraan Maulid Nabi di Masjid Al-Azhar Mimika.

-MAULID SEBAGAI MOMENTUM MEMPERKUAT PERSAUDARAAN

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial di Kabupaten Mimika.

Di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi, DKM Al-Azhar Mimika berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus hidup dalam kehidupan jamaah dan masyarakat—khususnya dalam menjaga persatuan, menghormati sesama, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sosial.

WAKIL KETUA DKM AL-AZHAR MIMIKA

dr. H. M. Bustaman

Penulis:M.G.FAKAUBUN