Mayor Kowad Ceti Yunus Tegaskan Protap Ketat dan Sikap Humanis Sambut Wapres di Maluku Tenggara dan Tual
Langgur, TribunNusantara.web.id | Di tengah udara pagi yang padat dengan aroma persiapan dan koordinasi lintas instansi, Mayor CPM (Kowad) Ceti Susyati Yunus berdiri tegak di hadapan jajaran TNI-Polri, Bupati Maluku Tenggara, dan Wali Kota Tual.
Dengan nada tegas namun berwibawa, Komandan Tim (Dantim) Kota Tual dan Langgur itu menekankan bahwa pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka harus berjalan dalam disiplin tinggi, presisi, dan penuh etika pelayanan.
“Rangkaian kegiatan harus tertib, efisien, dan sesuai protokol VVIP. Tidak ada yang berlebihan, semua sesuai prosedur,” ujar Mayor Ceti dalam arahannya, Selasa (14/10/2025).
Perintah itu bukan tanpa alasan. Ia menyebut telah menerima arahan langsung dari Wakil Komandan Paspampres (Wadan Paspampres) mengenai beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi.
“Pertama, rangkaian tidak boleh terlalu panjang. Kedua, tidak ada sirene selama perjalanan rombongan. Ketiga, lalu lintas tidak ditutup, dan lampu merah tetap berfungsi normal,” tegasnya.
Ceti menekankan bahwa pengamanan bukan berarti menakutkan warga, tetapi memastikan kenyamanan semua pihak tanpa mengganggu aktivitas publik.
“Prinsipnya, keamanan berjalan tapi masyarakat tetap merasa tenang dan dihormati,” ujarnya.
Antisipasi Teknis dan Kesiagaan Total
Sadar akan kendala teknis yang kerap muncul di daerah, Mayor Ceti juga menyoroti kesiapan PLN, yang menurutnya harus benar-benar siaga.
“Tidak boleh ada pemadaman listrik selama kunjungan berlangsung, baik di Langgur maupun Tual. Ini atensi langsung dari pusat,” katanya.
Selain itu, mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan genset diwajibkan siaga penuh di titik-titik strategis seperti bandara, pasar, dan rumah sakit.
“Damkar dan genset tidak boleh mobile. Mereka harus standby di lokasi masing-masing sebagai bentuk antisipasi darurat. Ini bagian dari protap pengamanan VVIP,” jelasnya.
Ketegasan dan Keterbukaan bagi Media
Dalam kesempatan itu, Mayor Ceti juga menegaskan pentingnya tata kelola media yang terverifikasi. Ia menginstruksikan agar seluruh jurnalis yang meliput wajib menggunakan ID resmi yang dikoordinasikan Kodim dan bagian protokol.
“Kami ingin memastikan hanya wartawan resmi yang berada dekat objek pengamanan. Silakan bekerja, tapi identitas harus jelas,” ujarnya, menegaskan bahwa media adalah mitra, bukan penghalang.
Humanisme dalam Pengamanan
Meski protokol pengamanan dijaga ketat, Mayor Ceti menegaskan satu pesan penting: jangan kehilangan sisi kemanusiaan.
“Kalau ada masyarakat ingin berfoto dengan Wapres, jangan bersikap arogan. Arahkan secara sopan, persuasif. Tunjukkan wajah ramah aparat kita,” pesannya.
Ia menutup arahannya dengan seruan agar seluruh personel menjaga koordinasi dan semangat kebersamaan lintas lembaga demi suksesnya kunjungan kenegaraan tersebut.
“Kita bukan hanya menjaga seorang pejabat negara, tapi juga menjaga nama baik daerah dan kepercayaan rakyat. Semua harus berjalan aman, lancar, dan penuh hormat,” tandasnya.
Sosok di Balik Disiplin
Mayor CPM Ceti Susyati Yunus, satu dari sedikit perwira Kowad yang dipercaya memimpin pengamanan di wilayah timur Indonesia, dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas, sistematis, dan komunikatif.
Di bawah arahannya, koordinasi antara aparat dan sipil di Langgur dan Tual berjalan rapi — mencerminkan wajah profesionalisme TNI perempuan di garda depan tugas kenegaraan.








































Komentar via Facebook