Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif, Walikota Ambon Resmi Tutup Festival Benteng Nieuw Victoria 2026

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif, Walikota Ambon Resmi Tutup Festival Benteng Nieuw Victoria 2026

AMBON,Tribun-nusantara.web.id.  Lapangan Merdeka Ambon menjadi lautan manusia saat Walikota Ambon Bodewin Wattimena secara resmi menutup gelaran Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 pada Selasa malam (8/9/2026). Festival cagar budaya yang berlangsung selama dua hari berturut-turut ini sukses menyedot perhatian ribuan warga kota yang memadati arena utama hingga acara berakhir.

Penutupan event bergengsi ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Di antaranya Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto bersama jajaran Pejabat Utama Kodam, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Anggota Forkopimda Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Komandan Satuan Pertahanan Pantai Koderal X/Ambon.

Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Maluku Dody Wiranto, Kepala BPK Maluku Utara, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette, serta seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemkot Ambon dan instansi vertikal.

Dalam sambutannya, Walikota Ambon menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPK Wilayah XX Maluku yang telah sukses menyelenggarakan festival ini untuk kedua kalinya sejak diinisiasi pada tahun 2024. Melihat antusiasme yang luar biasa, Walikota langsung meminta agar festival ini dipatenkan menjadi agenda tahunan.

"Pak Kabalai, tolong sampaikan pesan warga Kota Ambon ini kepada Pak Menteri. Warga meminta agar festival ini dilaksanakan setiap tahun! Setuju?" seru Walikota yang langsung disambut gemuruh teriakan setuju dari ribuan penonton.

Menurut Walikota, festival ini memegang esensi penting sebagai pengingat sejarah.

"Kita berupaya agar seluruh warga tahu bahwa di kota ini berdiri kokoh Benteng Victoria yang sarat sejarah. Melalui pagelaran tarian dan seni yang kita saksikan tadi, tergambar jelas filosofi 'Ambon Par Samua'—semua sanggar dari berbagai wilayah Maluku hidup, bertumbuh, dan lestari bersama di kota ini," jelasnya.

-Hidupkan UMKM Lewat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Selain menjadi panggung pelestarian budaya lewat karnaval, Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Ambon secara khusus memberikan ruang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk lokal mereka sepanjang acara.

"Ini adalah langkah konkret Pemkot dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Ada musik, ada budaya, dan ada UMKM di dalamnya. Di tengah tekanan situasi ekonomi yang sulit, kita memberikan ruang kemandirian bagi masyarakat agar tetap eksis dan berdaya," tegas Walikota.

-Kebersamaan dan Budaya Pela Gandong Jadi Pondasi

Menutup arahannya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai toleransi tanpa memandang perbedaan latar belakang. Budaya lokal dinilai sebagai jangkar perdamaian yang paling kuat.

"Yakin dan percaya, dengan menghargai kebudayaan yang ada, termasuk merawat narasi hidup orang bersaudara lewat Pela Gandong dan filosofi 'potong di kuku rasa di daging', Ambon dan Maluku akan memiliki pondasi sosial yang sangat kuat," pesannya.

"Dengan memohon tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, Festival Benteng Nieuw Victoria tahun 2026 saya nyatakan ditutup secara resmi," ucap Walikota disambut tepuk tangan riuh.

Puncak acara penutupan malam itu berlangsung sangat meriah dan spektakuler. Ribuan warga larut dalam suasana gembira, bernyanyi bersama menikmati suguhan lagu-lagu hits yang dibawakan oleh penyanyi pop asal Ambon

(H.R)