Menembus Gelombang Musim Barat, Bupati Maluku Tenggara Hadiri Penyerahan Masjid Hidayatusholihin di Mun Kahar

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menembus Gelombang Musim Barat, Bupati Maluku Tenggara Hadiri Penyerahan Masjid Hidayatusholihin di Mun Kahar

Langgur, TribunNusantara.web.id | Laut sedang tak bersahabat ketika rombongan pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meninggalkan Pelabuhan Elat menuju Ohoi Mun Kahar di Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Senin, 23 Maret 2026. Musim barat membawa gelombang tinggi yang menggulung perairan Kei. Namun perjalanan itu tetap ditempuh.

Di antara rombongan itu terdapat Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun. Ia memilih tetap berlayar demi menghadiri satu peristiwa yang dinilai penting bagi masyarakat setempat: serah terima Masjid Hidayatusholihin.

Bupati didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid. Perjalanan laut yang menantang itu berakhir di pesisir Mun Kahar, tempat warga telah menanti dengan suasana penuh sukacita.

Setibanya di desa tersebut, rombongan disambut melalui pengalungan syal adat dan tarian tradisional masyarakat Kei. Sambutan hangat itu seolah menjadi penanda bahwa kedatangan pimpinan daerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen kebersamaan antara pemerintah dan warga.

Prosesi penyerahan Masjid Hidayatusholihin dilakukan secara simbolis oleh Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, bersama Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, kepada masyarakat Ohoi Mun Kahar.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fahmi Sadat Namsa. Lantunan ayat suci itu menggema di halaman masjid baru, menghadirkan suasana khidmat dalam prosesi syukuran yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Jayapura Jhon Betaubun, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Stefanus Laiyanan, serta Kapolsek Kei Besar Umar Kei.

Dalam sambutannya, Bupati Thaher Hanubun menyampaikan rasa syukur atas berdirinya masjid tersebut. Menurut dia, fungsi masjid tidak berhenti sebagai tempat ibadah semata.

“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan umat, serta mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Thaher.

Ia menuturkan, nama Hidayatusholihin yang berarti petunjuk bagi orang-orang saleh diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat iman dan akhlak. Masjid ini, kata dia, juga sejalan dengan nilai kearifan lokal masyarakat Kei, yaitu Ain Ni Ain, filosofi yang menegaskan persatuan dan rasa kebersamaan.

Bupati menilai kontribusi Komarudin Watubun dan Benhur Watubun dalam pembangunan masjid tersebut merupakan wujud kepedulian sosial yang patut diapresiasi.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maluku Tenggara, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi luar biasa ini,” kata Thaher.

Ia juga mengajak masyarakat Mun Kahar untuk menjaga dan memakmurkan masjid dengan kegiatan keagamaan yang berkelanjutan, seperti salat berjamaah, pengajian, serta pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.

Bagi warga Mun Kahar, berdirinya Masjid Hidayatusholihin bukan sekadar pembangunan fisik sebuah rumah ibadah. Ia menjadi simbol harapan—bahwa iman, persatuan, dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat kepulauan yang kerap diuji oleh alam.

Di tengah gelombang musim barat yang masih bergulung di perairan Kei, pesan itu terasa semakin kuat: kebersamaan selalu menemukan jalannya untuk berlabuh.