Menyongsong Blok Masela, Yayasan Solagracia Siapkan Generasi Emas Duan Lolat Agar Tak Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 08 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menyongsong Blok Masela, Yayasan Solagracia Siapkan Generasi Emas Duan Lolat Agar Tak Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Menyongsong Blok Masela, Yayasan Solagracia Siapkan Generasi Emas Duan Lolat Agar Tak Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Tanimbar  Tribunnusantara.web.id โ€“ Menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) sekaligus dimulainya pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersiap menghadapi babak baru pembangunan. Di tengah besarnya peluang ekonomi yang akan lahir, Perguruan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki mengambil langkah nyata dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar tidak tersisih oleh derasnya arus investasi.09/07/2026

Melalui dua lembaga pendidikannya, Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion Saumlaki (STTIMASS) dan SMA Kristen Sion Saumlaki (SMAKSS), yayasan yang dipimpin sekaligus didirikan oleh Pdt. Yusak Weritatan, S.Th., M.A., M.Pd.K. berkomitmen mencetak generasi muda Duan Lolat yang siap bersaing, memimpin, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurut Pdt. Weritatan, Blok Masela tidak boleh hanya menjadi proyek bernilai triliunan rupiah yang dinikmati pihak luar, sementara masyarakat Tanimbar hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

  "Kami tidak ingin masyarakat Tanimbar hanya menjadi penonton. Anak-anak Duan Lolat harus menjadi pelaku utama pembangunan, memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing sehingga mampu mengisi berbagai peluang kerja maupun usaha yang lahir dari hadirnya Blok Masela," tegasnya.ยป

Untuk menjawab tantangan tersebut, Yayasan Solagracia membangun sistem pendidikan yang bertumpu pada tiga pilar utama.

Pertama, keunggulan intelektual. Para siswa dan mahasiswa dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi akademik dan teknis agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk pada sektor energi, jasa, dan industri pendukung yang diperkirakan berkembang pesat seiring beroperasinya Blok Masela.

Kedua, ketangguhan spiritual dan moral. Yayasan menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dengan menanamkan nilai-nilai iman, integritas, kejujuran, disiplin, serta kecintaan terhadap budaya Duan Lolat agar generasi muda tetap memiliki jati diri di tengah derasnya modernisasi.

Ketiga, kekuatan mental dan kepemimpinan. Peserta didik dibina menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, disiplin, pantang menyerah, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang akan muncul ketika investasi besar mulai masuk ke Tanimbar.

Pdt. Weritatan menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding hanya mengejar manfaat ekonomi sesaat. Menurutnya, keberhasilan Blok Masela tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi dari seberapa besar masyarakat Tanimbar mampu menjadi pelaku utama pembangunan.

"Blok Masela harus menjadi momentum lahirnya generasi Duan Lolat yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan siap memimpin. Jika SDM lokal dipersiapkan sejak sekarang, maka manfaat pembangunan akan benar-benar dirasakan masyarakat Tanimbar, bukan hanya menjadi angka dalam laporan investasi," ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah terus bersinergi membangun kualitas pendidikan sehingga generasi muda Tanimbar memiliki posisi yang kuat ketika proyek Blok Masela memasuki tahap operasional.

"Kami bersatu, kami mempersiapkan diri, dan kami yakin anak-anak Duan Lolat mampu berdiri sejajar dengan siapa pun. Mereka harus menjadi tuan di negeri sendiri sekaligus membawa Tanimbar menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera," pungkasnya.

Langkah Yayasan Solagracia menjadi bukti bahwa pembangunan sejati tidak hanya dimulai dari investasi dan infrastruktur, tetapi dari kualitas manusianya. Ketika Blok Masela mulai beroperasi, harapan masyarakat bukan sekadar hadirnya proyek raksasa, melainkan lahirnya generasi emas Duan Lolat yang mampu mengelola peluang, menjaga nilai budaya, dan membawa Tanimbar menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Penulis: JCS

Editor: Bruce Elang