MERAH PUTIH TURUN DENGAN KHIDMAT DI MIMIKA TIMUR, TIGA PELAJAR PAPUA TUNTASKAN TUGAS KENEGARAAN
Tribun-nusantara.web.id. MIMIKA TIMUR, PAPUA TENGAH — Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Distrik Mimika Timur berlangsung khidmat, tertib, aman, dan lancar.
Prosesi ini menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan di Mimika Timur. Di bawah kibaran Merah Putih, unsur pemerintah distrik, TNI-Polri, ASN, pegawai daerah, tokoh masyarakat, pelatih, dan pelajar berdiri dalam satu barisan untuk memberikan penghormatan kepada simbol negara.
Bagi masyarakat Mimika Timur, momentum tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Upacara penurunan bendera menjadi ruang untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, disiplin, gotong royong, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
-TIGA PELAJAR DIPERCAYA MENJAGA KEHORMATAN MERAH PUTIH
Sorotan utama dalam prosesi penurunan bendera tertuju kepada tiga pelajar yang dipercaya menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan pengibar dan penurun Bendera Merah Putih.
Mereka adalah:
1. Simon Amararu — SMK Negeri 2, bertugas sebagai Pengawal Satu.
2. Daniel Papilaya — SMK Negeri 2, bertugas sebagai Pembawa Bendera.
3. Fiktor Simdi — SMK Amamapare, bertugas sebagai Pengawal Dua.
Ketiganya mengenakan seragam Paskibraka putih-putih dan menjalankan tugas dengan penuh konsentrasi serta disiplin.
Kehadiran mereka membawa pesan kuat bahwa generasi muda Papua bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga telah mengambil bagian secara langsung dalam menjaga kehormatan simbol negara.
Dari lapangan upacara Mimika Timur, tiga pelajar itu menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan terus tumbuh di tanah Papua.
-TNI-POLRI BERDIRI TEGAP
Selama prosesi berlangsung, pasukan TNI dan Polri turut mengambil bagian dalam barisan upacara. Personel berdiri tegap dan memberikan penghormatan ketika Sang Merah Putih diturunkan.
Kehadiran TNI-Polri bersama unsur pemerintah dan masyarakat memperlihatkan sinergi dalam menjaga ketertiban sekaligus memperkuat persatuan di wilayah Mimika Timur.
-ASN DAN PEGAWAI DAERAH TURUT MERAYAKAN KEMERDEKAAN
Barisan ASN dan pegawai daerah, termasuk unsur pelayanan kesehatan, juga mengikuti upacara dengan tertib. Mereka hadir mengenakan seragam Korpri maupun kemeja putih, berdiri bersama TNI-Polri dan masyarakat dalam satu barisan kebangsaan.
Pemandangan ini menjadi gambaran bahwa peringatan kemerdekaan merupakan milik seluruh masyarakat—tanpa membedakan profesi, latar belakang, maupun status sosial.
-PETUGAS UPACARA
Upacara penurunan Bendera Merah Putih dipimpin oleh:
Inspektur Upacara (Irup): Kapten Inf. Ahmad Saleh, Danramil 07/Mapurjaya.
Perwira Upacara (Paup): Peltu Herman Resubun.
Komandan Upacara (Danup): Sertu Yulius Nampe. Sementara seluruh rangkaian acara dipandu oleh Susanti J. Wenno, S.E., selaku pembawa acara (MC).
-SANG MERAH PUTIH DITURUNKAN DENGAN PENUH PENGHORMATAN
Ketika prosesi penurunan dimulai, suasana lapangan berubah menjadi hening. Seluruh peserta memberikan penghormatan ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan.
Tiga petugas Paskibraka menjalankan tugas dengan cermat hingga bendera berhasil diturunkan dan kemudian diserahkan kepada inspektur upacara di podium utama.
Bendera turun dari tiang, tetapi semangat kemerdekaan tidak boleh turun dari hati rakyat.
Pesan itulah yang terasa kuat dalam upacara penurunan bendera di Mimika Timur.
-DITUTUP DENGAN KEBERSAMAAN
Usai seluruh rangkaian upacara, kegiatan ditutup dengan suasana penuh kebersamaan.
Pejabat Distrik Mimika Timur, personel TNI-Polri, pelatih, dan anggota Paskibraka mengabadikan momentum melalui foto bersama di depan latar bertuliskan Dirgahayu Republik Indonesia.
Kebersamaan tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen bangsa berdiri bersama menjaga masa depan Indonesia.
-PESAN DARI PAPUA UNTUK DUNIA
Dari Mimika Timur, Papua Tengah, pesan kemerdekaan kembali digaungkan:
Indonesia adalah rumah bersama. Papua adalah bagian penting dari perjalanan bangsa. Dan generasi muda Papua adalah bagian dari masa depan Indonesia.
Tiga pelajar yang berdiri membawa Sang Merah Putih menjadi gambaran sederhana namun kuat: dari Timur Indonesia, semangat persatuan terus menyala.
Dari Mimika Timur untuk Indonesia.
Dari Papua untuk Merah Putih.
Dari Indonesia untuk dunia.
SOROTAN MEDIA SOSIAL
MERAH PUTIH TURUN, SEMANGAT INDONESIA TETAP BERKIBAR!
Simon Amararu, Daniel Papilaya, dan Fiktor Simdi berdiri tegap menjalankan tugas negara.
Mereka adalah wajah generasi muda Mimika Timur.
Di belakang mereka berdiri TNI-Polri, ASN, pegawai daerah, tokoh masyarakat, pelatih, dan seluruh peserta upacara.
Berbeda latar belakang, satu penghormatan.
Berbeda daerah, satu Indonesia.
Dari Papua, Merah Putih terus berkibar.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka!
Penulis:M.G.FAKAUBUN
editor:HALIMA REHATTA








































Komentar via Facebook