MERAWAT KEBINEKAAN, MENCEGAH PERPECAHAN: FORUM HARMONI KEBANGSAAN BAWA ELIT MIMIKA KE MEJA DIALOG
MERAWAT KEBINEKAAN, MENCEGAH PERPECAHAN: FORUM HARMONI KEBANGSAAN BAWA ELIT MIMIKA KE MEJA DIALOG
MIMIKA Tribunnusantara-web.id — Semangat menjaga persatuan dan merawat kebinekaan di Kabupaten Mimika kembali ditegaskan melalui Forum Harmoni Kebangsaan yang akan menggelar Dialog Kebangsaan dengan mengangkat tema “Merawat Kebinekaan dalam Berbangsa, Merajut Persatuan.”11/08/2026
Dialog tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 14.30 WIT, bertempat di Caffe Al-Zaeerah, Mimika.
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari unsur keamanan, pertahanan, adat, dan masyarakat. Mereka akan duduk bersama untuk membahas pentingnya menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Empat narasumber yang dijadwalkan hadir yakni AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., Kapolres Mimika; Letkol Inf Jozanda, Dandim 1710/Mimika; Vincen Onayoma, Ketua Dewan Adat Mimika; serta Saleh Al-Hamid, Tokoh Masyarakat Mimika.
Kehadiran unsur TNI, Polri, lembaga adat, dan tokoh masyarakat dalam satu forum menjadi pesan penting bahwa persoalan kebangsaan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi.
Mimika adalah daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah asal yang beragam. Keragaman tersebut merupakan kekuatan, tetapi pada saat yang sama membutuhkan kedewasaan dalam menjaga komunikasi dan mencegah munculnya gesekan sosial.
Karena itu, dialog kebangsaan dinilai penting sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat. Perbedaan pandangan tidak semestinya berubah menjadi permusuhan, sementara persoalan sosial harus diselesaikan melalui dialog, hukum, adat, dan mekanisme yang konstitusional.
Forum Harmoni Kebangsaan juga diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Pesan persatuan harus diterjemahkan menjadi komitmen nyata dalam kehidupan masyarakat, termasuk menjaga keamanan, menghormati perbedaan, menghindari provokasi, serta membangun kepercayaan antara masyarakat dan institusi negara.
Di tengah tantangan sosial yang dihadapi Mimika, persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan merupakan kebutuhan.
Sebab ketika perbedaan tidak dikelola dengan baik, persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Sebaliknya, ketika komunikasi dibangun secara terbuka, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah.
Melalui Dialog Kebangsaan ini, Forum Harmoni Kebangsaan membawa satu pesan tegas: Mimika boleh berbeda dalam identitas, pandangan, dan latar belakang, tetapi tidak boleh terpecah dalam semangat membangun daerah.
Merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, dan membangun Mimika yang harmonis bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Penulis: MR








































Komentar via Facebook