Mimika Barat Selangkah Lagi Jadi Kabupaten Baru, Skor Studi Kelayakan UNIPA Lampaui Batas

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 September 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mimika Barat Selangkah Lagi Jadi Kabupaten Baru, Skor Studi Kelayakan UNIPA Lampaui Batas

Timika, TribunNusantara.web.id |  Wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Mimika kembali mengemuka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama tim ahli Universitas Papua (UNIPA) menggelar seminar akhir studi kelayakan pembentukan Kabupaten Mimika Barat, Minggu (7/9/2025).

Usia Mimika yang kini menginjak 28 tahun membuatnya dianggap sangat layak untuk dimekarkan. Syarat minimal pemekaran kabupaten hanya tujuh tahun.

Namun, kajian terbaru diperlukan untuk memperbarui studi lama dan menyesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan.

Michael Ronsumbre, akademisi UNIPA sekaligus anggota tim ahli, menjelaskan kajian kelayakan dilakukan dengan mengukur enam faktor utama: kependudukan, kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, luas wilayah, hingga rentang kendali pemerintahan.

“Setiap indikator diberi skor. Jumlah penduduk misalnya bernilai 75, indikator sekolah lanjutan tingkat pertama mendapat skor 5, dan seterusnya.

Setelah ditotal, skor akhir mencapai 368—melewati ambang batas kelulusan 340. Dengan nilai ini, Mimika Barat masuk kategori ‘mampu’ untuk dimekarkan,” ujar Michael.

Selain studi kuantitatif, tim juga menggunakan metode skolagram hirarki untuk menentukan pusat pertumbuhan kawasan.

Dari hasil analisis, Distrik Mimika Barat menempati hirarki satu atau kawasan yang paling potensial dijadikan pusat pertumbuhan sekaligus calon ibu kota.

Disusul Mimika Barat Tengah dan Mimika Barat Jauh pada hirarki dua, serta Mimika Tengah dan Amar di posisi hirarki tiga.

Namun, Michael menegaskan hasil studi ini belum final.

“Hasil kajian tidak otomatis menentukan ibu kota harus di Mimika Barat. Keputusan akhir ada di tangan tim pemekaran dengan mempertimbangkan aspek sosial budaya, bahkan politik,” katanya.

Studi kelayakan ini menandai fase penting dalam perjuangan pemekaran Mimika Barat. Jika rekomendasi akademik ini dilanjutkan ke tahap politik dan administratif, bukan mustahil dalam waktu dekat peta Papua Tengah akan bertambah satu kabupaten baru.

 

Writter : Jeri P Degei