MIMIKA BARU MULAI BANGUN FONDASI OLAHRAGA, CABOR DIAJAK SATUKAN LANGKAH

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 22 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

MIMIKA BARU MULAI BANGUN FONDASI OLAHRAGA, CABOR DIAJAK SATUKAN LANGKAH

MIMIKA BARU MULAI BANGUN FONDASI OLAHRAGA, CABOR DIAJAK SATUKAN LANGKAH

KONI Distrik Masih Tahap Pembentukan, Pemerintah Fokus Buka Ruang Koordinasi dan Siapkan Pembinaan Atlet

TIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id  — Pemerintah Distrik Mimika Baru mulai membuka babak baru pembinaan olahraga dengan membangun komunikasi bersama perwakilan sejumlah cabang olahraga (cabor).

Pertemuan awal tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan posisi masing-masing pihak, menyamakan persepsi, sekaligus memetakan kebutuhan olahraga di wilayah Mimika Baru.

Langkah ini dinilai penting karena KONI Distrik Mimika Baru masih berada dalam tahap pembentukan. Artinya, fondasi organisasi, mekanisme koordinasi, pembagian peran, hingga program pembinaan perlu dipersiapkan secara matang sebelum masuk pada agenda olahraga yang lebih besar.22/9/26

BUKAN SEKADAR SEREMONI, PEMBINAAN ATLET HARUS PUNYA ARAH

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan pemerintah distrik membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai cabang olahraga.

Menurutnya, pembangunan olahraga tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan organisasi olahraga, pelatih, atlet, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

  “Ini merupakan langkah awal untuk membuka komunikasi, menyatukan persepsi, dan membangun koordinasi yang baik ke depan,” ujar Merlyn.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena pembinaan olahraga tidak hanya berbicara mengenai pertandingan atau perebutan juara.

Di balik prestasi atlet terdapat proses panjang berupa pencarian bakat, pembinaan usia muda, pelatihan, kompetisi, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan sarana-prasarana, hingga dukungan pembiayaan.

UU 11/2022: PEMERINTAH DAERAH MEMILIKI TANGGUNG JAWAB

Langkah Pemerintah Distrik Mimika Baru membangun komunikasi dengan cabor memiliki konteks yang lebih luas dalam sistem keolahragaan nasional.

UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan mengatur tugas, wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk pembinaan dan pengembangan olahraga. UU tersebut juga mengatur pengelolaan keolahragaan, pelaku olahraga, sarana-prasarana, pendanaan, standardisasi hingga pengawasan.

Secara khusus, Pasal 35 UU 11/2022 mengatur bahwa pemerintah daerah kabupaten/kota melaksanakan perencanaan, pembinaan, pengembangan, penerapan standardisasi dan penggalangan sumber daya keolahragaan yang berbasis keunggulan lokal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, potensi atlet dan cabang olahraga di Mimika Baru semestinya tidak hanya dilihat sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia daerah.

PENDANAAN HARUS TRANSPARAN DAN SESUAI KEWENANGAN

Pemerintah Distrik Mimika Baru menyatakan dukungan terhadap olahraga nantinya akan disesuaikan dengan kewenangan, kebijakan pemerintah daerah dan kemampuan penganggaran yang tersedia.

Hal ini penting agar setiap dukungan terhadap kegiatan olahraga mempunyai dasar perencanaan dan penganggaran yang jelas.

UU 11/2022 menegaskan bahwa pendanaan keolahragaan merupakan tanggung jawab bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, badan usaha dan masyarakat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga diwajibkan mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN/APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, pembinaan olahraga harus dibangun dengan prinsip akuntabel, transparan dan berbasis kebutuhan, bukan sekadar menghabiskan anggaran untuk kegiatan seremonial.

ATLET MUDA HARUS MENJADI PRIORITAS

Pertemuan dengan sejumlah cabor juga membuka peluang untuk melakukan pemetaan terhadap potensi atlet Mimika Baru.

Mulai dari atlet usia dini, pelajar, atlet potensial hingga atlet berprestasi perlu mendapatkan pola pembinaan yang jelas.

Hal tersebut sejalan dengan Permenpora Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi, yang mengatur antara lain pembinaan olahragawan muda, olahragawan elit, manajemen induk organisasi cabang olahraga, tenaga keolahragaan, sarana-prasarana, sport science dan penghargaan. Peraturan tersebut berlaku sejak 17 April 2026.

Artinya, pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang pertandingan.

Atlet harus dibina sejak awal, dipantau perkembangannya dan diberikan kesempatan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan.

PP 46/2024 PERKUAT PERAN PEMERINTAH DAERAH

Penyelenggaraan olahraga saat ini juga memiliki aturan pelaksana melalui PP Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Peraturan tersebut memberikan tugas kepada pemerintah daerah untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan keolahragaan di daerah serta melakukan koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan olahraga.

PP 46/2024 sekaligus mencabut PP Nomor 16 Tahun 2007, sehingga regulasi lama tersebut tidak lagi menjadi dasar yang berlaku.

KONI DISTRIK JANGAN TERBURU-BURU, FONDASI HARUS KUAT

Dengan KONI Distrik Mimika Baru yang masih dalam tahap pembentukan, proses awal justru harus dilakukan secara hati-hati.

Organisasi harus dibangun dengan struktur dan mekanisme yang jelas, komunikasi dengan cabor harus terbuka, dan program pembinaan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata.

Pemerintah distrik juga perlu memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Sebab target akhirnya bukan sekadar terbentuknya organisasi.

Target sebenarnya adalah lahirnya atlet-atlet Mimika Baru yang mampu berprestasi dan memiliki jalur pembinaan yang jelas.

DARI MIMIKA BARU UNTUK PRESTASI MIMIKA

Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap komunikasi dengan berbagai cabang olahraga dapat terus berlanjut.

Dari pertemuan awal tersebut diharapkan muncul pemetaan kebutuhan, potensi atlet, kebutuhan pelatih, sarana-prasarana, agenda kompetisi serta peluang pengembangan olahraga di tingkat distrik maupun Kabupaten Mimika.

Jika koordinasi berjalan konsisten, Mimika Baru memiliki peluang membangun ekosistem olahraga yang lebih terarah.

Bukan sekadar banyak pertandingan, tetapi melahirkan atlet. Bukan sekadar membentuk organisasi, tetapi membangun sistem pembinaan. Dan bukan sekadar mengejar kemenangan hari ini, tetapi menyiapkan prestasi Mimika untuk masa depan.

Penulis: M.G. Fakaubun

*Editor: B.E.*